Daerah ›› PKL Salah Satu Penyebab Kemacetan di Mardika

PKL Salah Satu Penyebab Kemacetan di Mardika


Ambon - Salah satu sumber utama penyebab kemacetan pada pasar Mardika adalah para pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini melakukan aktifitasnya di kawasan Pasar tersebut, selain penataan lahan parkir bagi kendaraan roda dua maupun empat yang kurang baik .

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Perhubungan Kota Ambon, Yan Haumase dalam rapat kerja (Raker) dengan Komisi III DPRD Kota Ambon, terkait rencana Pemkot menertibkan PKL dilokasi tersebut.

Raker tersebut dilakukan di ruang rapat pimpinan DPRD Kota Ambon, dihadiri oleh pihak eskekutif yakni, Asisten I Dohlan Soukota, Kepala Dinas Tata Kota, M A S Latuconsina, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Broery Nanulaita, Kepala Dinas Perhubugan, Yan Humase, Kepala Dinas Pendapatan Kota Ambon, Rudy Wattilete serta pimpinan SKPD lainnya.

Hadir pula ketua APKLI Kota Ambon, Sutan Miseda. Raker tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Ambon, Wenly Thenu.

Menurut Haumasse, sumber utama kemacetan adalah PKL. Pasalnya, ulah PKL yang sudah berjualan menggunakan badan jalan dan trotoar, sehingga jalan menjadi sempit, dan mengakibatkan terjadinya kemacetan.

"Kami harap ini juga dapat menjadi perhatian bagi APKLI," harapnya.

Menangapi hal tersebut, ketua Asiosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI) Kota Ambon, Sutan Miseda mengakui hal tersebut, namun dirinya juga meminta pihak Dishub agar memperhatikan penataan parkiran bagi sejumlah kenderaan roda dua, tiga dan empat secara baik, sehingga tidak menimbulkan kemacetan.

"Ya memang karena PKL menggunakan trotoar dan badan jalan untuk berjulan sehingga macet, tetapi yang harus diperhatikan juga motor, mobil dan becak yang juga karena pengelolaan parkirnya kurang baik, sehingga menyebabkan kemacetan," jelasnya

Terkait hal tersebut, anggota Komisi III DPRD Kota, Elly Tulalessy mengatakan, yang harus diselesaikan adalah sumber persoalan bukan dampak dari persoalan tersebut.

Menurutnya, jika pemerintah Kota ingin memasukan PKL yang selama ini berjualan memakai trotorar dan badan jalan ke dalam lokasi pasar, maka seharusnya menempatkan PKL ditempatnya, sebab jika tidak, PKL yang melihat lahan tersebut kosong maka mereka akan tetap berjualan dilokasi tersebut.

Menanggapi itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Ambon, Yan Haumase berjanji, akan menertibakan kenderaan dengan baik, jika para PKL juga dapat ditertibkan dengan tidak menggunakan badan jalan maupun trotoar saat berdagang.

Namun ketika raker ini akan ditutup, anggota komisi III Rustam Latupono mengatakan,
Pertemuan ini perlu ada kesepakaran antara PKL, DPRD dan Pemkot dan mempertanyakan kapan PKL di Pasar Mardika akan direlokasi.

Ketua APKLI kemudian meminta agar Pemkot memberikan waktu kepada PKL selama satu seminggu. Setelah mendengar hal tersebut, Pemkot kemudian menyetujuinya yakni terhitung mulai dari hari ini (kemarin-red) hingga tanggal 21 Januari mendatang. (S-30)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon