Politik ›› Pindah ke Perindo, Kailuhu Siap di PAW

Pindah ke Perindo, Kailuhu Siap di PAW


Ambon - Anggota DPRD Kota Ambon asal PBB, Agus Kailuhu bersedia dinonaktifkan sebagai anggota DPRD Kota Ambon, lantaran dirinya telah mengundurkan diri dari partai besutan Yusril Ihza Mahendra dan memilih Partai Perindo untuk mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Kota Ambon periode 2019-2024.

Keputusan dinonaktifkannya Kailuhu dari anggota DPRD, menyusul adanya surat dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Nomor 160/6324/OTDA tertanggal 3 Agustus 2018, yang ditujukan kepada para gubernur, pimpinan DPRD provinsi, bupati, walikota dan pimpinan DPRD kabupate/kota terkait pergantian anggota DPRD yang nyaleg pindah partai.

“Tentu saya harus mengikuti mekanisme yang berlaku, jadi mau tidak mau kita harus siap menerima konsekuensi,” ujar Kailuhu, kepada Siwalima di Baileo Rakyat Belakang Soya, Selasa (18/9).

Ia mengaku, tidak akan melakukan aksi perlawanan hukum atas aturan Kemendagri itu.

“Saya tidak akan lawan aturan, saya ingin menjadi contoh yang baik bagi publik,” ujarnya

Dikatakan, proses pergantian terhadap dirinya tidak akan mempengaruhinya dirinya dalam dunia politik, sebab merupakan hal biasa.

“Pergantian itu hal biasa dalam kancah politik, siapa yang jadi sebagai anggota DPRD atau tidak itu sudah diatur oleh Tuhan,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, 23 September mendatang, anggota DPRD Kota Ambon asal PBB, Agus Kailuhu bakal dinonaktifkan sebagai anggota DPRD Kota Ambon.

“Nantinya setelah tanggal 23 September 2018 mendatang ini, Agus Kailihu sudah tidak aktif lagi menjadi Anggota DPRD atau wakil rakyat Kota Ambon,” ujar Sekwan Kota Ambon, Elkyopas Silooy kepada Siwalima, Sabtu (15/9)

Menurut Sekwan, hak-hak yang bersangkutan sudah tidak bisa didapatkan lagi, dikarenakan yang mengangkat Agus Kailuhu ini sesuai dengan SK Gubernur, sehingga otomatis yang berhak memberentikan adalah SK Gubernur.

“Saat ini SK masih di Gubernur, kalau misalnya SK Gubernur sudah ada kita akan proses, kalau belum ada, kita pakai logika saja, kalau sudah mengundurkan diri tetap undur,” pungkas Silooy.

Silooy, mengakui, bakal ada pelantikan Anggota DPRD yang akan PAW diawal bulan Oktober setelah selesai agenda reses anggota DPRD. Nantinya paripurna agenda PAW rencananya akan diagendakan untuk dua anggota yakni almarhum Cundrat Pattiasina dan Agus Kailuhu. Sedangkan untuk almarhum Tomwin Tamaela masih dalam proses.

“Apabila SK Gubernur belum atau tidak keluar akan berpengaruh pada DCT. Olehnya itu sangat diharapkan agar dipercepat,” harapnya.

Sebelumnya diberitakan, hingga saat ini DPRD Kota Ambon belum bisa menindak­lanjuti pengusulan pergantian antar waktu (PAW) terhadap Anggota DPRD Kota Ambon, Agustinus Kailuhu. Pasalnya belum ada salinan surat PAW dari Partai Bulan Bintang (PBB).

“Hingga saat ini belum ada surat dari partai,” kata Sekwan DPRD Kota Ambon, Elkyopas Silooy kepada Siwalima, di Baileo Rakyat Belakang Soya, pekan kemarin. Ia mengaku, nantinya apabila sudah ada surat masuk dari partai, maka DPRD akan memprosesnya sesuai dengan mekanisme.

“Kalau surat sudah ada, ya kita akan tindaklanjuti sesuai mekanisme,” ujarnya singkat.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Ambon, Ely Toisuta kepada wartawan di Baileo Rakyat Belakang Soya, Senin (6/8) mengatakan, hengkangnya Kailuhu dari PBB telah diatur sesuai dengan surat Kemendagri Nomor 160/6324/OTDA tertanggal 3 Agustus 2018, yang ditujukan kepada para gubernur, pimpinan DPRD provinsi, bupati, walikota dan pimpinan DPRD kabupate/kota terkait pergantian anggota DPRD yang nyaleg pindah partai.

Dalam salinan surat tersebut ditegaskan, pada poin keempat bahwa anggota DPRD yang mengikuti Pemilihan Umum, sejak bersangkutan ditetapkan sebagai calon daftar dalam daftar calon tetap maka tidak lagi memiliki status beserta hak dan kewenangannya sebagaimana dipesyaratkan dalam ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Jadi nanti pak Agus masih menjalankan aktifitas sebagaimana mestinya, sampai penetapan DCT oleh KPU setempat,” kata Toisuta

Ia memastikan, apabila sudah habis masa penetapan DCT maka, secara otomatis Kailuhu tidak lagi menerima hak-hak selaku anggota DPRD. “Berdasarkan surat edaran ini, kami rasa sudah jelas,” kata Toisuta

Ketua DPC PBB Kota Ambon Riduan Hasan memastikan dengan adanya langkah tersebut, DPC PBB telah mengambil inisiatif dengan memecat Kailuhu.

“Kami pastikan pak Kailuhu bukan lagi seorang kader PBB, dan memastikan beliau sudah dipecat dengan mencabut kartu keanggo­taan dan melakukan PAW,” tandas Riduan kepada Siwalima melalui telepon seluler, Senin (23/7)

Dikatakan, atas tindakan pemecatan, sebelumnya Kailuhu pernah melakukan keberatan di DPP PBB, lewat Mahkamah Partai, namun sebelum adanya putusan, Kailuhu sudah mengun­durkan diri sebagai anggota DPRD. Dengan demikian Kailuhu bukan lagi anggota DPRD dan kader, karena suda ada surat pengunduran dirinya secara resmi yang ditujukan kepada DPRD tanggal 16 Juli lalu.

“Dengan adanya pengundurannya, maka segala hak dan kewajibanya di DPRD telah selesai, nanti kita akan ajukan PAW dan sementara diproses, yang gantikannya yakni Rasyid Mewar,” kata Riduan. (S-44)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon