Politik ›› Pilkada MBD Harus Jadi Pilkada Terbaik di Maluku

Pilkada MBD Harus Jadi Pilkada Terbaik di Maluku


Ambon - Penjabat Bupati Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) Angky Renyaan ingin menjadikan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) di kabupaten tersebut sukses serta menjadi pilkada terbaik di Maluku.

"Pilkada ini merupakan harga mati bagi kami. Jadi apapun akan saya pertaruhkan untuk menyukseskannya, karena kita juga merindukan untuk kita mendapatkan calon pemimpin daerah yang terbaik untuk bisa membangun daerah ini kedepan sekaligus menjadikan pilkada ini sebagai pilkada terbaik di Maluku," kata Renyaan kepada wartawan di Kantor Gubernur Maluku, Rabu (22/9).

Menurut Renyaan, proses pilkada di Kabupaten MBD sesuai dengan keputusan KPU nomor 16 tahun 2010 tentang Tahapan Program Anggaran Dan Waktu Penyelenggaraan Pilkada di MBD hingga saat ini berjalan sesuai dengan jadwal yang ditentukan sehingga nantinya tahapan pencoblosan akan dilakukan 20 November.

"Kita juga sudah berkoordinasi dengan jajaran Polres Maluku Tenggara Barat (MTB) dan untuk pengumuman penetapan kemarin juga kita telah dibantu dengan satu peleton. Selain itu ada juga personil dari Koramil dan Polsek. Jadi selama ini koordinasi kita baik untuk segi keamanan dan mudah-mudahan masih terus berjalan sesuai apa yang kita harapkan," ungkapnya.

Sementara itu soal pendanaan, Renyaan menjelaskan, pihaknya bergantung dari pada permintaan yang dilayangkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) MBD sebagai penyelenggara pemilihan tersebut.

"Kita memang butuhkan sekitar Rp 10 miliar. Ini memang ada sebagian berada dalam anggaran kita tetapi sebagian besar akan ditetapkan dalam anggaran perubahan, tetapi prinsipnya pemerintah daerah siap mendukung dalam hal anggaran," jelasnya.

Kendati demikian, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku maupun Maluku Tenggara Barat (MTB) selaku kabupaten induk mempunyai kewajiban untuk turut membantu pembiayaan dimaksud.

"Pemprov sesuai dengan ketentuan undang-undang akan membantu Rp 2 miliar. Begitu juga dengan Kabupaten MTB, hanya saja kita tunggu-tunggu dari awal sampai sekarang ini baru sebatas janji," ungkapnya.

Dijelaskannya, jika pada puncak penyelenggaran pesta demokrasi pada 20 November mendatang hanya berlangsung satu putaran maka itu tak akan menjadi masalah, namun berbeda jika nantinya harus berlanjut dua putaran.

"Kita kuatirkan adalah sekiranya terjadi putaran kedua, maka pastinya sudah musim ombak pada bulan Januari 2011. Ini akan menjadi tantangan bagi kita sebagai penyelenggara terutama pemerintah daerah juga yang turut memfasilitasinya," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, pasangan calkada yang akan mengikuti pilkada MBD yaitu pasangan Arnolis Laipeny-Simon Maahury yang diusung Partai Golkar; Melkias Frans-Jahya Oraplean (Partai Demokrat, PPRN dan Pakar Pangan); Jacob Patty-Anos Jeremias (13 parpol non kursi di DPRD MBD), Barnabas Orno-Johanes Letelay (PNI Marhaens dan PKP Indonesia); Hematang Septinus-Rosias Kabalmay (Partai Gerindra, Partai Patriot dan PDP); Karel Yakobus-George Letelay (calon independen); Jafet Damamain-Benjamin Noach (PDIP) dan Oni Rumihin-Marselina Matruty (PKNU dan PDS). (S-35)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon