Visi ›› Pilkada Kota Tanpa Calon Perseorangan

Pilkada Kota Tanpa Calon Perseorangan


Harapan besar untuk ikut bertarung di Pilkada Kota Ambon 2017 pupus. Satu-satunya pasangan balon perseorangan Elsina Latuheru - M Azis Tunny akhirnya mundur dari pencalonan.

Tak pelak, hingga batas akhir tahapan penyerahan berkas dukungan pencalonan calon perseorangan yang dimulai sejak 6-10 Agustus, tak ada satu pun pasangan calon yang datang menyerahkannya di KPU Kota Ambon.

Elsye-Agil memilih mundur, karena diduga kuat tidak mampu menghimpun dukungan KTP yang  cukup sesuai dengan syarat dukungan calon perseorangan di Kota Ambon sebanyak 22.589 lembar copian KTP atau 8,5 persen dari jumlah DPT pilpres tahun 2014 lalu.

Sudah dipastikan, Pilkada Kota Ambon berlangsung kali ini tanpa calon perseorangan. Kendati balon Elsye-Agil, dua tokoh muda yang diprediksi akan mampu menjadi kuda hitam yang bisa menghipnotis suara para kamula muda, namun sayangnya harus kandas ditengah jalan.

Kandasnya dua tokoh muda ini, membuat persaingan politik diantara para pendukung dan partai politik semakin kuat, suhu politik semakin tinggi, suasana perpolitikan pun semakin memanas, tak pelak lagi, strategis politik ikut disusun secara rapi dan sistimatis hanya untuk merebut kekuasaan.

Dua bakal calon Walikota dan Wakil Walikota yang dianggap kuat dan bakal bersaing ketat, Paulus Kastanya-MAS Latuconsina (PANTAS) dan Richard Louhenapessy-Syarif Hadler (Paparisa Baru).

PANTAS yang sudah meraih rekomendasi sejumlah partai politik diantaranya, Gerindra (4) kursi di DPRD Kota, PAN (1), Hanura (3), PKP Indonesia (2) dan Demokrat (4) kursi. Total dukungan 14 kursi dengan demikian telah memenuhi persyaratan 15 persen.

Paparisa Baru sudah mendapatkan rekomendasi resmi dari Partai Golkar (4) kursi serta Nasdem (3) kursi total (7) kursi yang sudah kantongi.

Untuk partai lainnya yang belum mengeluarkan rekomendasi diantaranya, PPP (3) kursi, PKS (2), PKB (2) kursi serta PDIP (5) kursi. 4 parpol yang belum mengeluarkan rekomendasi tersebut menjadi incaran dua balon pimpinan kota ini.

Harus diakui, kekuataan kekuasaan yang dimiliki Pantas dan Paparisa Baru sangatlah kuat, Paulus Kastanya (Kadis Sosial) Maluku, MAS Latuconsina (mantan Wakil Walikota Ambon),  Richard Louhenapessy (mantan Walikota) dan Syarif Halder (anggota DPRD Maluku) para balon ini selain punya kekuataan juga punya kekuasaan.

Kendati kedua balon ini bersaing ketat, tetapi pilihan itu ada ditangan rakyat, rakyat sudah harus cerdas memilih, memilih pemimpin yang bukan karena janji-janji manis yang dilontarkan, memilih pemimpin yang betul-betul ingin membangun kota ini dengan hati, bukan lagi karena kekuasaan lalu memerintah dengan seenaknya dan tidak lagi peduli dengan keinginan dan harapan rakyat.

Kecerdasaan rakyat betul-betul diuji, untuk mampu menganalisa, mencermati setiap pilihan politik yang ada, serta menolak setiap bentuk janji-janji yang bukanlah membuat rakyat semakin matang dalam politik, tetapi justru membodohi rakyat.

Siapapun pemimpin entah Pantas atau Paparisa baru atau pemimpin lainnya itu tidak lagi menjadi sebuah perdebatan yang patut persoalkan oleh rakyat, Namun yang paling penting, pemimpin itu betul-betul tumbuh dan berkembang bersama rakyat. (*)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon