Hukum ›› PH Belum Pahami Alasan Jaksa Jadikan Alkatiri Tersangka Kasus Jembatan Gaa

PH Belum Pahami Alasan Jaksa Jadikan Alkatiri Tersangka


Ambon - Penetapan anggota DPRD Kabupa­ten SBT dari PKS, Beder Azis Alkatiri sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek jembatan Gaa masih menyisakan tanda tanya. Penasehat Hukumnya (PH) Fahri Bachmid,  mengaku belum memahami alasan hukum jaksa menetapkan kliennya sebagai tersangka.

Dalam rilisinya kepada Siwalima, Rabu (19/11) malam Bachmid meng­ungkapkan, PT Putra Seram Timur hanya dipinjam pakai untuk menger­jakan proyek jembatan Gaa.

“Sejujurnya penetapan Beder Alkatiri sebagai tersangka kami selaku penasehat hukum belum memahami persis alasan hukum penyidik menjadikanya sebagai tersangka. Apa peran Beder, hubungan hukum antara Beder dengan tersangka sebelumnya seperti apa. Karena dalam perkara ini, posisi klien kami hanyalah pemilik perusahaan yang dipinjam pakai oleh orang lain, dan itu ada dasar perjanjian pinjam pakai perusahaan dalam pengerjaan proyek jembatan Gaa,” papar Bachmid.

Dijelaskan, posisi Alkatiri tidak lebih dari itu. Alkatiri hanya pemilik perusahaan, dan tidak terlibat secara teknis operasional. Jadi dia tidak tahu menahu mengenai pekerjaan itu,  karena dalam perjanjian itu disebutkan bahwa segala akibat hukum yang ditimbulkan dalam pekerjaan proyek itu sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak peminjam (pihak kedua).

“Jadi kami belum bisa memberikan kongklusi hukum bahwa konstruksi yuridis yang dibangun oleh penyidik dalam perkara ini seperti apa, sebab berkas perkara belum dikasi oleh jaksa penyidik,. tapi secara teknis kami sebagai kuasa hukum sudah sangat siap untuk menghadapi poses perkara ini untuk selanjutnya, termasuk telah mempersiapkan opsi-opsi langkah penanganan hukum kedepan,” tan­dasnya.

Bachmid menambahkan,  sejak awal pihaknya telah siap untuk mengha­dapi segala kemungkinan dari proses hukum ini. “Yang pertama kami sangat mema­hami posisi dan kewenangan penyidik dalam memproses perkara ini, kami menghargai kewenangan penyidik, sekarang klien kami telah ditetapkan sebgai tersangka, maka secara hukum akan kami hadapi proses selanjut­nya,” tandasnya lagi.

Penetapan Anggota DPRD Kabu­paten SBT dari PKS, Beder Azis Alka­tiri sebagai tersangka baru kasus jembatan Gaa disampaikan Kasi Penkum dan Humas Kejati Maluku, Bobby Palapia.

“Saat ditingkat penyidikan, belasan saksi sudah diperiksa dan ditemukan adanya bukti kuat yang mengarah kepada tersangka lainnya yakni Alkatiri sebagai pemilik perusahaan yang mengerjakan proyek fiktif tersebut,” jelas Palapia, kepada Siwalima, di Kantor Kejati Maluku, Selasa (18/11).

Proyek jembatan Gaa yang dibiayai APBD tahun 2012  senilai Rp 2.162.­782.000 itu dikerjakan Tommy Andreas dengan menggunakan bendera perusahaan PT Putra Seram Timur milik Alkatiri. Diduga dana proyek fiktif itu turut mengalir ke kantongnya.

Kendati proyek jembatan Gaa tak dikerjakan oleh Tommy Andreas, namun anggaran dicairkan 100 persen.  Dinas PU yang dipimpin Nurdin Mony membuat laporan pertang­gungjawaban seolah-olah ada pem­bangunan jembatan Gaa.

Andreas ditetapkan sebagai ter­sangka setelah penyidik Pidsus meng­gelar ekspos di ruang kerja Kajati Maluku, I Gede Sudiatmadja, pada Senin 25 Agustus 2014 lalu.

Jaksa juga menyeret Kadis PU Ka­bupaten SBT, Nurdin Mony. Ia ditetapkan sebagai tersangka pada Kamis, 18 September.

Andreas sudah tiga kali mangkir dari panggilan jaksa. Pimpinan Kejati Maluku akan segera melakukan koordinasi untuk menangkap yang bersangkutan. Sementara pemerik­saan Mony dijadwalkan minggu ini.(S-16)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon