Kriminal ›› Pesta Miras, Polisi Bekuk Puluhan Pelajar di Saumlaki

Pesta Miras, Polisi Bekuk Puluhan Pelajar di Saumlaki


Ambon - Kepolisian Resort Maluku Tenggara Barat (MTB) berhasil membekuk puluhan siswa- siswi SMA Negeri 1 Tanimbar Selatan dan SMA Unggulan Saumlaki saat berpesta minuman keras (jiras) jenis sopi Selasa (10/10).

Puluhan pelajar itu satu diantaranya cewek. Mereka pesta miras di sebuah rumah milik salah seorang karyawan swasta di jalan Mathilda Batlajeri, Saumlaki sekitar pukul 11.00 Wit.

Informasi yang dihimpun dari salah satu saksi mata atas nama Yanti (33) di Tempat Kejadian Perkara (TKP) menyebutkan, para pelajar ini berpesta miras dalam jumlah yang banyak hingga mabuk.

Selain berpesta miras, mereka juga berbuat keributan didalam rumah bahkan mengeluarkan kata-kata makian kepada warga yang sempat menyuruh mereka tenang karena mengganggu kenyamanan warga disekitar. 

“Saya laporkan polisi tadi pak, karena mereka miras dan mabuk baru bernyanyi berteriak didalam rumah dan diemper rumah, sehingga kami merasa terganggu. Didalam kamar itu ada satu cewek dan jumlah sopi itu banyak sehingga ada yang sampai mabuk berat dan tak sadarkan diri,” tuturnya.

Para pelajar tersebut berpesta miras dengan berpakaian seragam lengkap disaat para pelajar yang lain sedang mengikuti proses belajar di sekolah. Aktiitas para pelajar ini bukan baru sekali namun hampir setiap hari mereka berkumpul disaat tuan rumah sedang bekerja.

Setelah mendapat laporan tersebut, anggota Polres MTB langsung bergerak dan berhasil membekuk mereka. Salah satu pelajar ditemukan tak sadarkan diri karena kelebihan mengkonsumsi sopi. Sementara rekannya yang lain yakni delapan pria dan satu wanita berhasil digiring  ke  Polres MTB guna dimintai keterangan.

Wakapolres MTB, Kompol Sebastian Melsasail dalam keterangan saat dikonfirmasi Siwlaima, melalui telepon selulernya membenarkan kejadian tersebut.

“Mereka saat ini sementara dibawa ke Polres dan dimintai keterangan. Selanjutnya kami sedang memanggil masing-masing orang tuanya serta para guru dari SMA Negeri Satu Tanimbar Selatan dan SMA Unggulan untuk datang menyaksikan langsung kondisi anak-anak mereka yang sedang mabuk berat,” jelasnya.

Melsasail menyatakan, perilaku para pelajar tersebut masuk kategori tindak pidana ringan (Tipiring), sehingga  hanya akan dibina dan selanjutnya diserahkan kembali kepada pihak sekolah maupun orang tua masing-masing.

Ia  berharap, kedepan nanti ada perhatian serius orang tua terhadap anaknya sehingga tidak terjadi lagi praktek yang sama. Usai diperiksa dan diberi pembinaan dari pihak kepoli­sian, para siswa ini dikembalikan kepada pihak sekolah untuk ditindaklanjuti dan dibina. (S-27)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon