Daerah ›› Perda Restribusi Tinja Masih Dalam Pengawasan

Perda Restribusi Tinja Masih Dalam Pengawasan


Ambon - Salah satu jenis retribusi yang dipungut oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Ambon yakni penyedotan tinja, namum penarikan retribusi ini masih mengacu pada Perda Nomor 6 tahun 2009 yang merupakan produk lama.

Untuk itu Dinas Kebersihan kemu­dian mengajukan ranperda baru yang mengatur khusus tentang tinja ke DPRD untuk dibahas. Ranperda tersebut memang sudah mendapat persetujuan dari DPRD, namun masih dalam pengawasan pusat. “Maksudnya dalam penerapan ranperda tersebut itu dia tidak boleh bertentangan dengan perda sebe­lumnya atau mendapat protes dari masyarakat sebelum disahkan menjadi perda,” ungkap Kabid Persampahan pada Dinas Kebersihan Kota Ambom, Danny Souhuka kepada Siwalima di ruang kerjanya, senin (15/9).

Dikatakan, untuk penyedotan tinja di masyarakat sesuai perda lama ini dikenakan tarif sebesar Rp. 325 ribu, namun bila penyedotan itu menggu­nakan mobil tinja ukuran 1000 liter, maka biaya sedotanya hanya Rp. 175.000.

“Dari sekali sedot dengan menggu­nakan tangki besar 4.000 liter dikenakan Rp. 300 ribu sebagai biaya sedot dan Rp.25 ribu biaya buang sampah di IPST Toisapu,” jelasnya.

Untuk itu dirinya berharap masya­rakat bisa mengerti dan memahami serta bisa mengontrol kinerja bawahannya di lapangan karena di takutkan ada permainan harga ketika petugas melakukan penyedotan tinja.

“Kalau ada ditemukan bawahannya menaikan harga sedot tinja maka dapat dilaporkan segera untuk diambil tindakan sesuai dengan aturan yang berlaku,” tandasnya.(S-39)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon