Daerah ›› Perayaan Idul Fitri di Maluku Aman

Perayaan Idul Fitri di Maluku Aman


Ambon - Perayaan Idul Fitri 1440 H di Maluku aman dan lancar. Sebe­lumnya, ribuan umat Islam me­laksanakan shalat Idul Fitri di Masjid Raya Al-Fatah Ambon, Rabu (5/6). Bertindak selaku imam yakni Imam besar Masjid Raya Al-Fatah Ustad  R.R Hasa­nussy sementara khatib, Mo­hammad Attamimi.

Meski hujan deras meng­guyur Kota Ambon dan sekitarnya, tidak mengurangi semangat umat Islam untuk beribadah. Bahkan ruas jalan di seputaran Masjid Raya Al-Fatah dijadikan tempat untuk shalat bagi sejumlah orang.

Attamimi  dalam khutbahnya me­nyampaikan pesan-pesan perdamaian, seruan  silaturahmi dan saling memaafkan diantara sesama sebagai manifestasi  pelaksanaan ibadah puasa di bulan suci ramadhan.

Ia mengajak umat agar saling mengasihi dan menyayangi satu sama lain, termasuk antar sesama umat beragama, karena umat manusia di bumi adalah berasar dari keturunan anak adam.

“Hakekat pelaksanaan ibadah puasa di bulan suci ramadhan harus dapat diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari. Seperti menjaga tali silaturahmi, saling memaafkan diantara sesama, hidup rukun, damai serta mengasihi sesama umat manusia. Karena kita adalah bersaudara. Jangan melihat latar belakang kita, dan perbedaan RAS. Kita bersaudara, kita semua keturunan anak Adam. Karena itu mari kita terus menjaga persaudaraan dan perdamaian  diantara kita,” ungkap Atamimi.

Pantauan Siwalima, hadir dalam Shalat Ied itu Gubernur Maluku, Murad Ismail, Pangdam XVI/Pattimura, Mayjen TNI Marga Taufiq. Saat shalat ied  berlangsung, Kapolda Maluku, Irjen Royke Lumowa langsung memimpin pengamanan dan arus lalu lintas di depan masjid raya Al-Fatah.

Kapolda Maluku, kepada Siwalima mengaku memberikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat Maluku. Jenderal bintang dua ini me­ngatakan, Idul Fitri dan malam takbiran berjalan aman dan lancar tanpa eforia yang mengganggu situasi keamanan.

“Tidak ada iring-iringin malam takbir, karena semua merayakan di lingkungan masjid masing-masing. Di jalan sunyi hanya satu dua yang lewat beberapa meter ada yang jalan kaki. Begitu pun pelaksanaan shalat Ied, semuanya berjalan aman dan lancar. Kami  melakukan penyekatan di sejumlah titik. Jadi situasi sangat kondusif,” jelas Kapolda.

AMGPM Jaga Masjid

Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) menunjukan rasa toleransinya dengan menjaga serta mengamankan sejumlah Masjid bersama pihak kepolisian saat umat Isalam di Kota Ambon Shalat Ied.

Pantauan Siwalima di kawasan Pohon Mangga-Air Salobar Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon, AMGPM Ranting Bethesda Jemaat Bethesda bersama Forum Kemitraan Polisi Masyarakat (FKPM) Negeri Amahusu dan Kelompok Polmas Kelurahan Nusaniwe  Rabu (5/6), meng­amankan Masjid Assalamah, Masjid Baitul Makmur dan Mesjid Jabal Iman.

Kasubbag Humas Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Ipda Julkisno Kaisupy kepada wartawan membenarkan hal itu. Kaisupy mengatakan, peng­amanan Sholat ied merupakan kewajiban pihak kepolisian, namun yang terjadi di kawasan Air Salobar merupakan pe­mandangan langkah yang jarang dilihat, dimana komunitas agama lain turut terlibat dalam pengamanan hari besar umat muslim tersebut.

“Ini pemandangan langka dan bukti bahwa tolerasi antar umat beragama di Maluku sangat erat, selain pihak kepolisian saudara saudara kita dari umat Kristen juga terlibat dalam pengamanan Shalat Ied di tiga mesjid di Air Salobar,” ungkap Kaisupy.

Menurutnya, kebersamaan antar umat beragama tersebut menjalin silahturami antar warga dan pemuda di kawasan Bentas dan Amahusu kepada warga Pohon Mangga dan serta menciptakan suasana yang harmonis antar umat beragama.

“Sudah pasti pengamanan bersama ini memberikan rasa aman kepada jamaah yang melaksanakan shalat Idul Fitri, selain itu juga dapat mempererat tali silahturahmi antara dua komunitas agama di kawasan tersebut,”tandas Kaisupy.

Untuk diketahui,  pengamanan yang dilakukan dikoordinir Lurah Nusaniwe, Syane Kaya, sementara pengamanan dari kepolisian dipimpin langsung Kapolsek Nusaniwe Iptu Pieter F. Matahelumual.

Warga Ema Takbiran

FKPM Negeri Ema turut terlibat pengamanan takbiran di kawasan Batu Merah. Tak hanya pengamanan, masyarakat Negeri Ema yang merupakan gandong (saudara Red ) dari Negeri Batu Merah turut terlibat dalam takbir di desa tersebut.

Pantauan Siwalima di Batu Merah, terlihat sejumlah warga Ema yang menggunakan seragam FKM tersebar di sejumlah titik di seputaran Batu Merah. Fokus pengamanan dilakukan di depan Masjid An-Nur untuk menjaga basudara muslim yang melaksanakan sholat taraweh.

Pada ruas jalan utama juga terlihat FKPM yang membantu masyarakat dalam aktivitas menyebrang di kawasan padat kendaraan tersebut. Tak sampai disitu, kebersamaan terlihat dalam keterlibatan FKPM Negeri Ema dalam melakukan takbiran berkeliling kampung dan pawai obor bersama remaja masjid dan masyarakat Negeri Batu Merah.

Pengamanan yang dilakukan FKPM merupakan rutinitas setiap tahunnya. Ramadhan 2019 merupakan kali kedua dilaksanakanya pengamanan oleh FPMK Negeri Ema.

Hal tersebut diungkapkan koordinator FPMK yang juga bertugas sebagai Bhabinkamtibmas Negeri Ema, Roweyk­nes Soplanit, kepada wartawan pada pengamanan malam takbiran.

Menurutnya, tahun ini merupakan tahun kedua FKPM terlibat dalam pengamanan takbiran yang mana ada sekitar 24 pemuda Negeri Ema yang turun untuk melakukan pengamanan bersama pihak kepolisian.

Open House

Pemprov Maluku menggelar open house di kediaman Gubernur, Murad Ismail kawasan Mangga Dua Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon Rabu (5/6). Open house dipadati ribuan masyarakat Kota Ambon. Selain masyarakat sejumlah pejabat tinggi di Maluku juga hadir.

Walaupun diguyur hujan lebat sejak malam hari tidak mengurangi semangat dan niat  warga memberikan ucapan selamat Idul Fitri 1440 H kepada orang nomor satu di Provinsi Maluku itu.

Pantauan Siwalima, open house digelar mulai pukul 10.00 WIT sampai dengan pukul 02.00 WIT dini hari. Satu persatu masyarakat maupun pejabat disalami oleh gubernur Murad Ismail bersama istri dan anak-anaknya.

Ketika dibuka usai Sholad Id, Walikota Ambon Richard Louhenapessy dan rombongan OPD lingkup Pemkot Ambon merupakan pejabat pertama yang hadir kemudian diikuti oleh tokoh agama Maluku.

Selanjutnya rombongan Danlanmal IX Ambon, Laksamana Pertama TNI Antongan Simatupang dan diikuti rombongan Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Orno beserta pimpinan OPD Maluku serta Ketua DPRD Maluku Edwin Huwae dan rombongan anggota DPRD Maluku hadir bersama dengan masyarakat yang datang.

Setelah itu Kepala Pengadilan Tinggi Ambon dan rombongan diikuti Rektor Unpatti dan rombongan.

Selanjutnya Kapolda Maluku, Irjen Boyke Lumowa tiba di kediaman bersama dengan pejabat utama Polda Maluku, selanjutnya Pangdam XVI/Pattimura, Mayjen TNI Marga Tauqik dan rombongan.

Pada sesi open house malam hari, tamu pertama yang datang mantan Bupati SBB Yacobis Puttileihalat diikuti mantan Bupati Maluku Tenggara, Anderias Rentanubun. Sekitar pukul 21.00 WIT, Bupati Kepulauan Tanimbar Petrus Fatlolon bersama istri tiba di kediaman gubernur.

Selanjutnya wakil Ketua DPRD Maluku Richard Rahakbauw tiba diikuti oleh rombongan pasukan Brimob Polda Maluku. Tak berselang lama Danlanut Kolonel (Pnb) Antariksa Anondo bersama keluarga dan rombongan juga tiba di kediaman gubernur.

Walaupun tamu yang datang sangat banyak gubernur bersama istri tidak ghenti-hentinya  menyalami satu persatu tamu yang hadir termasuk dengan ribuan masyarakat.

Acara ini juga di hibur oleh tari-tarian dari sejumlah sangat seni yang ada di Maluku dan juga artis lokal Maluku. Saking banyaknya tamu yang datang, membuat acara open house baru ditutup pada pukul 02.00 WIT dinihari.

Pada hari kamis (6/6) gubernur secara pribadi masih menerima tamu yang datang memberikan ucapan khusus masyarakat mangga dua sejak pukul 10. 00 WIT sampai dengan pukul 17.00 WIT. Itupun tamu yang datang masih sangat banyak ke kediaman mantan Kakor Brimob Polri tersebut.

Open house selain di kediaman gubernur, Pemprov Maluku juga mengelar di kediaman Sekda Maluku Hamin bin Thahir.

Jaga Kerukunan

Wakil Walikota Ambon, Syarif Hadler, mengelar open house di rumah dinasnya kawasan Karang Panjang, Kecamatan Sirimau Kota Ambon Rabu (5/6). Dalam open house tersebut terlihat kunjungan dari sejumlah tokoh lintas agama hadir untuk memberikan ucapat selamat Hari Raya Idul Fitri.

Tokoh-tokoh lintas Agama yang hadir yakni Uskup Diosis Amboina, Mgr PC Mandagi,  Ketua Sinode GPM, Pendeta A J S. Werinussa, perwakilan dari Parisada Hindu Dharma Indonesia, umat Konghucu, dan umat Buddha.

Tak hanya tokoh lintas Agama, pejabat tinggi daerah yakni Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Orno dan istri Beatrix Orno dan Walikota Ambon, Richard Louhenapessy bersama istri, Debby Louhenapessy, Sekretaris Kota, A G Latuheru, berserta pimpinan SKPD di lingkup Pemerintahan Kota Ambon.

Pada kesempatan tersebut, Hadler mengucapkan terima kasih kepada para tamu yang hadir dalam perayaan Idul Fitri di kediamannya. Menurutnya, keber­samasn di Hari Raya  Idul Fitri merupakan pintu untuk menjalin silahturahmi antara satu sama lain baik secara institusi maupun antar agama.

Dikatakan, Maluku identik dengan persaudaraan yang tertanam sejak dahulu kala, untuk itu perbedaan agama tidak boleh dijadikan pembatas yang menim­bulkan perbedaan. Namum keragaman patut dijadikan modal kekuatan bagi seluruh pihak untuk memajukan daerah.

“Kerukunan umat beragama di Ambon adalah hal strategis untuk membangun daerah. Perbedaan justru menjadi perekat hidup orang basudara, terutama antar umat beragama di Maluku. Intinya ada di kerukunan, karena kurukunan merupakan modal yang tidak terhitung nilainya,”­ungkap Hadler. (S-27/S-39/S-45)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon