Hukum ›› Perantara Transaksi Sabu Asal Makassar Dihukum 8 Tahun Penjara

Perantara Transaksi Sabu Asal Makassar Dihukum 8 Tahun Penjara


Ambon - Muhammad Padli dihukum dela­pan tahun penjara oleh majelis ha­kim dalam kasus Narkotika di Peng­adilan Negeri Ambon, Selasa (30/8). Warga asal Makassar ini juga dihu­kum membayar denda Rp 1 miliar subsider enam bulan kuru­ngan.

Vonis majelis hakim yang diketuai Mathius, didampingi hakim ang­gota Philip Panggalila dan Esau Yarisetou sama dengan tuntutan JPU Kejati Maluku, Mercy de Lima.

Dalam amar putusannya, majelis hakim menyatakan terdakwa se­cara sah dan meyakinkan mela­kukan tindak pidana sebagai pe­rantara jual beli narkotika golongan I jenis sabu sebanyak 41 gram.

“Terdakwa terbukti melanggar pasal 114 ayat (1) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika,” tandas Mathius.

Lelaki 24 tahun itu, terlihat tenang mendengar vonis majelis hakim.  Ia dan JPU menyatakan menerima putusan tersebut.

Untuk diketahui, terdakwa Mu­mam­mad Padli ditugaskan oleh bandarnya yang berada di Makas­sar untuk menjadi perantara tran­saksi barang haram itu untuk wila­yah Kota Ambon dan sekitarnya.

Selanjutnya Fadli bertolak ke Ambon Rabu 2 Maret 2016 lalu, meng­gunakan pesawat Lion Air.  Ditnar­koba Polda Maluku yang telah mendapatkan informasi soal perge­rakan Fadli, kemudian menerjunkan personil ke Bandara Internasional Pattimura Ambon.

Sekitar pukul 06.00 WIT, Fadli muncul dari ruang kedatangan. Ia langsung diamankan. (S-16)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon