Visi ›› Perang Narkoba & Penegakan Hukum

Perang Narkoba & Penegakan Hukum


Perkembangan pemakaian narkoba di Provinsi Maluku semakin memprihatinkan. Tidak saja pada level bawah, kalangan pelajar, oknum-oknum aparat kepolisian hingga sampai pada pejabat terlibat barang haram tersebut.

Sayangnya, tingginya pemakaian tersebut belum berbanding lurus dengan penegakan hukum. Para pemakai narkoba dan pengedar dikejar, sementara bandar besar yang memasok masuknya narkoba di Maluku tidak pernah terungkap.

Jaringan sendikat narkoba sepertinya susah tersentuh hukum, mereka semakin bergerilya di Provinsi Maluku, apalagi letak geografis provinsi ini bercirikan kepulaun dan berbatasan dengan negara tetangga seperti Australia, Timur Leste dan Papua Nugini, berimplikasi tingginya tingkat kerawanan kejahatan Narkoba.

Miris lagi, hasil Hasil Survey yang dilakukan oleh BNN RI bekerjasama dengan Puslitkes Universitas Indonesia, dimana Provinsi Maluku tahun 2015 lalu, menempati posisi ke­-7 dengan jumlah penyalahgunaan Narkoba sebanyak 27.940 jiwa dari jumlah populasi sebanyak 1.168.800 jiwa.

Data Penyalahgunaan Narkotika di Provinsi Maluku untuk coba pakai 10.474 orang (0,88  persen) dan teratur pakai 8.151 orang (0,68 persen).

Survei tersebut hanya meliputi Pulau Ambon dan Kepulauan Lease, Kabupaten Maluku Tengah. Pengguna narkoba yang tercatat paling banyak umur 18 sampai 30 tahun ke atas. dan pemakai terbanyak adalah Kota Ambon.

Daya rusak narkoba sangat luar biasa, yakni merusak karakter manusia, baik fisik maupun keimanan, dan berlangsung dalam jangka panjang akan berpotensi mengganggu daya saing dan kemajuan bangsa. Kejahatannya sangat terorganir dan menjadi sebuah ancaman besar, sehingga membutuh penangganan yang serius baik dari pemerintah, stakeholder, aparat penegak hukum, BNN maupun masyarakat sendiri.

Menyatakan perang kepada narkoba harus menjadi komitmen bersama, karena jika tidak maka bukan tidak mungkin peredaran narkoba di Maluku semakin hari semakin meningkat dan mungkin saja tidak berada pada urutan ke-7 secara nasional.

Peran serta lingkungan dalam upaya Pemberantasan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) menjadi sangat penting dan strategis, serta menentukan keberhasilan daerah ini mengatasi permasalahan tersebut.

Faktor lingkungan masyarakat diharapkan memberikan kontribusi terhadap upaya untuk mendorong seluruh lapisan masyarakat ikut menyatakan perang terhadap Narkoba melalui, upaya pencegahan penyalahgunaan dari tingkat pusat hingga daerah secara periodik dan berkelanjutan.

Peningkatan upaya terapi dan rehabilitasi pecandu dan korban penyalahgunaan narkoba, serta keberanian dari aparat penegak hukum, untuk mengejar dan menangkap pelaku baik bandar, pengedar maupun pengguna.

Hal ini tentu saja harus berjalan efektif dan tanpa diskriminasi serta sanksi hukum yang diberikan harus tegas agar ada efek jera dan dapat menekan tingginya pemakaian barang haram tersebut. (*)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon