Kriminal ›› Penyelundupan Merkuri Digagalkan Polisi

Penyelundupan Merkuri Digagalkan Polisi


Ambon - Polsek Kawasan Pelabuhan Yos Sudarso (KPYS) Ambon berhasil menggagalkan upaya penyelundupan merkuri deng­an modus menggunakan buah kelapa.

Ini merupakan modus baru yang digunakan untuk bisa lolos dari mata aparat kepo­lisian.

Informasi yang dihimpun Siwalima menyebutkan, penyidik Polsek KPYS berhasil menggagalkan bahan berbahaya itu, setelah pada Minggu (12/5) pagi mendapat informasi ada sejumlah buah kelapa yang dimasukan merkuri.  Kelapa-kelapa itu dimuat dengan menggunakan truk berwarna hijau dengan nomor polisi, DE 8612 AU kemudian ditampung dalam konteiner.

Setibanya di Pelabuhan Yos Sudarso, polisi lalu menyita  puluhan buah kelapa berisi merkuri yang dimasukan dalam karung, dan dimuat didalam kontainer. Sopir truk diketahui bernama Tama dan penjaga konteiner yang menampung langsung diamankan guna dimintai keterangan dan ditahan sekaligus dijadikan tersangka.

Merkuri ini menurut sumber Siwalima, berasal dari Pulau Seram yang hendak dikirim ke luar Maluku menggunakan kapal laut.

“Awalnya berdasarkan informasi anggota berhasil mengagalkan upaya penyelundupan  merkuri dengan modus menggunakan buah kelapa. Ada sejumlah buah kelapa yang kelihatannya agak berbeda,” ungkap salah satu anggota yang enggan menyebutkan namamya.

Menurut sumber, saat mengetahui dan dilakukan penggerebekan terhadap sopir dan penjaga konteiner langsung dibawa ke mapolsek dengan barang bukti yakni mobil truk.

Termasuk dua pelaku penyelundupan barang haram itu juga ikut diamankan beserta alat bukti lainnya.

Untuk jumlah dan berat merkuri belum diketahui, lantaran saat ini  masih dalam penyelidikan dan sementara penyidik. Wakapolres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Kompol Ferry Mulyana yang dikonfirmasi Rabu (15/5) membenarkan peristiwa ini.

“Iya, benar ada penyelundupan merkuri. Sudah diamankan dan dua yang diduga pelaku sudah kita amankan,” kata Wakapolres.

Ia mengatakan, kasus ini masih dalam penyelidikan dan penyidikan. Dimana proses hukum masih terus berjalan. Soal siapa pemilik dan direncanakan barang berbahaya ini hendak dibawa ke mana, masih dalam penyelidikan penyidik.

“Merkuri ini dari pulau Seram tujuan Ambon. Ada kegiatan di pelabuhan dan kemudian anggota temukan, dan langsung diamankan. Soal pemiliknya siapa, masih dalam pengembangan,” ungkapnya.

Kasus ini, tambahnya, ditangani  Polsek KPYS, kemudian diserahkan ke Ditreskrimsus Polda Maluku untuk penindakan hukum lebih lanjut.

Kedua tersangka melanggar pasal 161 UU Nomor 4 tahun 2009 tentang Minerba, dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara. (S-27)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon