Kriminal ›› Penyelidikan Kasus Pembunuhan di Toko Victoria Mulai Fokus

Penyelidikan Kasus Pembunuhan di Toko Victoria Mulai Fokus


Ambon - Penyelidikan pihak kepolisian terhadap kasus pembunuhan Lamaria Tampubolon di Toko Perhiasan Victoria Sabtu (26/9) tahun lalu, saat ini sudah mulai terfokus.

"Saat ini proses penyelidikan kasus ini sudah mulai terfokus," ujar sumber Siwalima di Mapolres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Rabu (24/2).

Ia mengatakan, kasus ini seharusnya mendapat prioritas tetapi banyaknya kasus-kasus kriminal lainnya membuat perhatian aparat menjadi terbagi.

"Terkadang disaat kita sudah mulai fokus, muncul kasus-kasus lainnya. Akibatnya perhatian kita menjadi terbagi lagi. Akhirnya agak lambat juga prosesnya," terangnya.

Sumber tersebut menambahkan, hingga kini, telah sebanyak 23 orang saksi dimintai keterangan. Dan dari keterangan-keterangan tersebut penyelidikan dalam kasus ini sudah mulai terfokus.

Sebelumnya pada Jumat (8/1) lalu Kapolres Pulau Ambon dan PP Lease AKBP Didik Agung Widjanarko menggelar kasus ini di hadapan keluarga besar korban dan sejumlah wartawan.

Dalam materi yang dipaparkan oleh salah seorang penyidik reskrim Polres, terungkap bahwa sebanyak 23 orang saksi yang telah diperiksa dan dimintai keterangan.

Dari 23 saksi, disimpulkan ada tiga saksi yang mampu menunjukan ciri-ciri orang yang berada di sekitar TKP sebelum kejadian.

Dijelaskan, menurut keterangan salah seorang saksi bahwa pada saat ia berada di seberang jalan Toko Perhiasan Victoria tepatnya di bawah rambu lalu lintas, sekitar pukul 08.30 Wit dirinya melihat ada tiga orang yang berada di depan toko yaitu dua pria dan satu wanita.

Kemudian saat ia melangkah kira-kira 15 langkah kemudian tiba-tiba ia mendengar ada teriakan minta tolong dari dalam toko tersebut.

Keterangan saksi lainnya yang juga seorang tukang becak bahwa saat pukul 07.30 Wit ia sementara memarkirkan becaknya dan melihat ada seorang laki-laki berjalan dari arah Gereja Maranatha dan menuju serta berdiri di depan Toko Perhiasan Victoria.

Dikatakan, hambatan yang dialami oleh Polres untuk bisa mengungkap kasus ini secara cepat yaitu saat dilakukan olah TKP, ternyata telah terjadi perubahan TKP, tidak ada kesesuaian keterangan para saksi tentang ciri-ciri orang yang dilihat di TKP sebelum terjadinya tindak pidana, mengingat perbedaan waktu serta belum ditemukannya barang bukti, baik barang bukti yang dipergunakan untuk membunuh tersangka maupun barang bukti berupa emas yang hilang.

Untuk diketahui, peristiwa sadis yang merenggut nyawa ibu seorang anak ini, terjadi Sabtu (26/9) sekitar pukul 08.30 Wit di Toko Perhiasan Victoria yang berada dalam kompleks Kodim 1504 Pulau Ambon dan PP Lease di Jalan DI Panjaitan.

Korban dibacok pelaku dengan sebilah parang pada bagian leher belakang hingga depan dan membuat korban tewas seketika. (S-28)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon