Daerah ›› Pendaftaran Ulang PNS Secara Online Jadi Terhambat Jaringan Internet di Bursel Terganggu

Pendaftaran Ulang PNS Secara Online Jadi Terhambat


Namrole - Jaringan internet pada Kantor Bupati Bursel selama kurang lebih seminggu terganggu, pasca arus pendek listrik yang nyaris membakar kantor tersebut, mengakibatkan nasib PNS pada kabupaten bertajuk Fuko Bipolo itu terancam.

Pasalnya, Ratusan PNS di Kabupaten Bursel harus melakukan Pendaftaran Ulang Pegawai Negeri Sipil (PUPNS) dengan sistem online. Hal ini berdasarkan surat edaran BPN No. K26-30/V77-4/99 tanggal 27 Juli 2015 yang menginstruksikan dilakukannya pendaftaran ulang PNS di seluruh Indonesia termasuk di Kabupaten Bursel, dengan deadline yang ditentukan Desember 2015.

“Untuk verifikasi tahap awal pada tingkat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan verifikator level kedua di Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Dengan demikian untuk verifikasi selanjutnya data peserta PUPNS sangatlah terganggu. Sementara ketentuan waktu terkait Analisis Jabatan (Anjab) itu November 2015 sudah harus selesai, dan PUPNS itu kita harus selesai pada 31 Desember 2015,” jelas Kepala BKD Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kabupaten Bursel, AM Laitupa, kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (8/10)

Ia menjelaskan, pelaksanaan e-PUPNS Tahun 2015 dijadwalkan dimulai tanggal 1 September 2015 sampai dengan 31 Desember 2015.

“Gangguan jaringan internet lumpuh total. Gangguan ini bukan hanya berdampak pada lingkup Pemkab, namun turut mempengaruhi seluruh jaringan wifi di Namrole, tak terkecuali di BKD dan Diklat Bursel. Bahkan gangguan jaringan Telkom dapat mengancam keberlangsungan PNS. Bila tidak diperbaiki akan sangat menggangu kegiatan, yang pertama Anjab, sebab terkait formasi karena kita menggunakan sistem online,” ujar Laitupa  Mantan Plt Sekda Bursel ini menyebutkan, bagi daerah-daerah yang dinyatakan belum bisa menyelesaikan dengan waktu yang sudah ditentukan, maka akan mendapat konsekuensi yakni, pertama, formasi untuk CPNS umum selama lima tahun tidak diberikan

Selanjutnya, PNS yang tidak terdata dalam PUPNS resikonya sangat berat, sebab data base PNS yang bersangkutan di pusat tidak dapat diberikan. Dengan demikian hilanglah status PNS yang bersangkutan.

Dengan terhambatnya jaringan, lanjutnya, sangat mempengaruhi dan menjadi ancaman bagi pegawai di Bursel.

“Untuk itu, kami memohon pihak Telkom Cabang Ambon maupun Telkom Makassar agar mempercepat untuk memperbaiki gangguan jaringan. Sebab kita sudah konfirmasikan dengan Telkom Ambon, tapi sudah dua hari ini, mereka mendeteksi di Provinsi tapi belum juga ada penyelesaian maupun jawaban,’ jelasnya.

Ia berharap, Telkom Ambon bisa segera melihat kondisi gangguan jaringan tersebut dan mempercepat proses penyelesaiannya.

Terpisah, salah satu PNS di lingkup Pemkab Bursel Grace Silooy mengaku resah dengan gangguan jaringan Telkom, sebab dengan adanya gangguan jaringan menghambat penginputan data PUPNS yang dilakukan secara online.

“Saya hanya berharap gangguan jaringan telkom tak berkepanjangan, yang dapat menggangu aktivitas pendataan ulang PNS. Apabila kami harus ke Ambon untuk menginput data, maka akan sangat membutuhkan biaya yang cukup mahal” ujar Grace. Silooy berharap gangguan ini dapat segera diatasi, sehingga dapat mempermudah PNS di Bursel untuk memasukan data secara online. (S-35)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon