Hukum ›› Penangkapan Kadis Pendidikan MTB Gagal Sebelum Jaksa Tiba, Holmes Menghilang

Penangkapan Kadis Pendidikan MTB Gagal


Ambon - Upaya penangkapan Kadis Pendidikan Kabupaten MTB, Holmes Matruty  oleh Kejari Saumlaki, Rabu (20/4) gagal. Tersangka kasus korupsi pem­bangunan ruang rapat tahun 2014 senilai Rp 800 juta lebih ini, langsung dimasukan dalam daftar pencarian orang (DPO).

Holmes Matruty sebelum­nya sudah dua kali dipanggil, namun mangkir. Saat panggi­lan pertama, ia tidak hadir dengan alasan sakit. Jaksa ke­mudian melayangkan panggi­lan kedua, dan meminta ia hadir pada Selasa (19/4). Namun hingga berakhirnya jam kantor, mantan Kepala Bappeda ini tak menampakan batang hidungnya.

Geram dengan sikap tak kooperatif Holmes, Kejari Saulamki mengambil langkah tegas untuk menangkapnya. Tim berjumlah lima orang ini dipimpin langsung Kepala Ke­jari Saumlaki, Setyo Utomo. Setelah rencana disusun tim kemudian bergerak ke rumah Holmes yang berada di kompleks Flamboyan-Citra Land Nomor F3-002.

Pantauan Siwalima, tim yang menumpangi dua mobil Avanza berwarna silver itu, tiba di rumah Holmes sekitar pukul 08.00 WIT. Melihat mobil Kijang Innova ber­warna hitam bernomor polisi DE 367 AD di depan rumah, salah satu jaksa mendatangi mobil itu. Saat tubuhnya me­nempel mobil, alarm berbunyi. Namun tiba-tiba dimatikan. 

Pasukan Korps Adhyaksa ini curiga kalau Holmes ada di dalam rumahnya. Melihat pintu rumah depan tertutup, salah satu jaksa menghubu­ngi nomor telepon rumah Holmes. Namun tidak ada yang mengangkat. Jaksa lain­nya mencoba me­ngetok pin­tu, tetapi tidak ada juga yang merespons.

Jaksa mencoba memanggil nama Holmes. Tetapi lagi-lagi tidak ada respons. Tim terus ber­jaga-jaga di depan rumah­nya. Hingga pukul 10.50 WIT tak ada tanda-tanda Holmes atau penghuni rumah lainnya muncul, akhirnya Kepala Kejari Saumlaki, Setyo Uto­mo memutuskan untuk mema­suki rumah secara paksa.

Jaksa kemudian menggu­nakan linggis untuk membuka jendela. Jeruji jendela juga dibongkar. Butuh waktu se­kitar 20 menit untuk membuka jendela dan pintu. Setelah itu, tim langsung menyisir ke dalam rumah Holmes. 

Semua ruang di dalam rumah diperiksa, namun nihil. Tidak ada penghuni. Ketika melihat salah satu kamar terkunci, tim mendekati kamar itu. Pintu kemudian diketok, namun tidak ada jawaban. 

Kepala Kejari Saumlaki, Setyo Utomo kemutuskan untuk  membongkar pintu ka­mar tersebut. Sebelum dilaku­kan, petugas keamanan  kom­pleks Citra Land dihubungi untuk menyaksikan proses pembongkaran kamar.

Sekitar pukul 11.20 WIT petugas keamanan tiba di rumah Holmes. Tim kemudian mencungkil pintu dengan linggis, namun tak berhasil dibuka. Mereka kemudian men­dobraknya.

Setelah pintu berhasil di­buka, tim  kemudian melaku­kan penyisiran.  Tak hanya dalam kamar tidur, kamar mandi, dapur maupun rua­ngan lainnya juga digeledah, namun lagi-lagi Holmes tak ditemukan.

Suasana di sekitar rumah Hol­mes juga sepi. Hanya terlihat beberapa pekerja di teras rumah tetangganya.  Itu­pun mereka hanya sebentar melihat dan kembali masuk ke rumah.

Setelah memastikan Holmes tak berada di rumah, sekitar pukul 11.40 WIT tim Kejari Saulamki kembali ke Kantor Kejati Maluku.

Diduga informasi penang­kapan Holmes telah bocor. Sebab, sehari sebelum upaya menangkapan dilakukan tim sudah diturunkan untuk me­mantau keberadaan Holmes di rumahnya. Informasi lapa­ngan ini yang digunakan untuk melakukan penang­kapan, tetapi ternyata gagal. 

Masuk DPO

Gagal meringkus Holmes. Kejari Saulamki langsung menetapkan yang bersangku­tan dalam daftar pencarian orang (DPO). 

“Berkas Holmes sudah P-21. Karena tersangka tidak me­menuhi panggilan Kejari maka dilakukan tindakan penjempu­tan paksa namun seperti yang kalian lihat tersangka tidak ditemukan.  Setelah kembali dari sini kami kita akan menetapkan DPO atas nama Holmes,”  tandas Kasi Pidsus Kejari Saumlaki, Denny Saputra kepada wartawan.

Saputra mengatakan, ber­kas Holmes sudah seharus­nya tahap II dengan tersang­ka lainnya Elias Lamerbulu selaku PPTK beberapa hari lalu, namun ia beralasan sakit, setelah itu kabur.  “Apapun caranya kita harus mendapat­kan Holmes,” ujarnya. 

Selain masuk DPO, Kejari Saumlaki akan meminta pihak Imigrasi untuk mencekal Holmes.

“Semua cara akan dilaku­kan mulai dari penetapan DPO, hingga cekal akan kita proses administrasinya sela­ma berkantor di Kejati Ma­luku,” tandas Saputra.

Seperti diberitakan, peker­jaan proyek pembangunan ruang rapat tahun 2014 Dinas Pendidikan MTB seharusnya dilakukan melalui pelelangan, karena nilai anggarannya Rp 800 juta lebih. Tetapi Holmes Matruty selaku Kepala Dinas Pendidikan mengambil alih dan mengelolanya secara swa­kelola. Alhasil, pekerjaan pro­yek amburadul. “Pekerjaan­nya tidak sesuai masa kerja dalam kontrak yakni selama 90 hari. Bahkan pekerjaan tersebut hingga saat ini hanya 70 persen,” tandas Saputra.

Meskipun pekerjaan tidak tuntas, namun anggaran telah dicairkan 100 persen. (S-39)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon