Daerah ›› Pemkot Tetap akan Bongkar Bangunan Kumuh di Waihaong

Pemkot Tetap akan Bongkar Bangunan Kumuh di Waihaong


Ambon - Walikota Ambon Richard Louhenapessy menegaskan bangunan kumuh yang berada di kawasan Waihaong dan Silale tetap akan dibongkar. Namun hal itu akan dilakukan setelah Hari Raya Idul Fitri nantinya.

“Kita bukan tidak mau membongkar namun pertimbangan warga disekitar sementara mempersiapkan diri untuk menyambut puasa sehingga terpaksa kita tunda,” jelas Walikota kepada wartawan di Ambon, Sabtu (13/6).

Menurutnya bangunan di kawasan tersebut tetap akan dibongkar tim penertiban usai Hari Raya Idul Fitri nanti karena sudah menjadi target untuk ditertibkan.

“Pemerintah tetap komitmen menertibkan kawasan kumuh yang ada di seluruh kawasan di kota Ambon karena kota ini harus ditata dan bukan digusur,” ungkapnya.

Ia menambahkan, tak hanya kedua kawasan itu saja yang nantinya akan ditertibkan usai Hari Raya Idul Fitri, namun juga ada sejumlah kawasan lain yang juga akan ditertibkan.

Sebelumnya pemkot dinilai tidak komitmen dan berlaku diskriminasi terkait pembongkaran sejumlah lokasi bangunan kumuh yang ada di Kota Ambon. Pembongkaran hanya dilakukan terhadap sejumlah lokasi saja namun pada lokasi lain tetap dibiarkan.

Buktinya, saat hendak menertibkan bangunan kumuh yang dibangun di kawasan Waihaong maupun Silale, langkah tersebut terhenti.

Walikota menginstruksikan personil Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama dengan tim penertiban untuk menunda pembongkaran bangunan kumuh di kawasan Waihaong dan Silale. Padahal di kawasan lain bangunan kumuh dibongkar tepat sesuai dengan waktu yang ditetapkan.

Selain kedua kawasan itu, ada kawasan yang juga ditunda Pemkot Ambon seperti di Galunggung dan Kebun Cengkeh.  Rencananya pembonkaran akan dilakukan setelah Hari Raya Idul Fitri.

“Sesuai dengan jadwal pembongkaran, bangunan kumuh di dua kawasan itu dibongkar pada Kamis (11/6). Namun mendadak ditunda setelah ada instruksi dari Walikota Ambon,” jelas Kadis Perindustrian dan Perdagangan Ambon Ruddy Watilette kepada Siwalima di Balai Kota Ambon, Kamis (11/6).

Menurutnya tim sebenarnya sudah sepakat untuk melakukan pembongkaran sesuai dengan jadwal yang sudah ada. “Namun walikota menginstruksikan menunda pembongkaran karena pada pedagang sementara mempersiapkan diri untuk memasuki bulan puasa,” ungkapnya.

Dikatakan kawasan kumuh yang sudah terdata cukup banyak dan banyak yang berada di jalan-jalan utama sehingga tetap akan ditertibkan. “Pemerintah berkeinginan membersihkan kawasan kumuh di Kota Ambon termasuk dengan bangunan yang dibangun tanpa memiliki Izin Membangun Bangunan (IMB) dan dibangun diatas trotoar,” katanya.

Ditambahkan masih ada sejumlah kios yang dibangun tanpa memiliki izin dan juga berada di badan jalan yang akan ditertibkan. “Semuanya itu akan di bersihkan sesuai dengan Perda nomor 7 tahun 1996 tentang Kebersihan, Keindahan dan Ketertiban Umum,” ujarnya.(S-39)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon