Daerah ›› Pemkot Bentuk Tim Tutup Tanjung Batu Merah

Pemkot Bentuk Tim Tutup Tanjung Batu Merah


Ambon - Pemkot Ambon menggelar rapat koordinasi, membentuk tim pe­nu­tupan lokalisasi Tanjung Batu Merah, Keca­matan Sirimau, Kota Ambon.

Rakor berlangsung di ruangan Sekretaris Kota Ambon, AG Latu­heru, Kamis (11/7) dihadiri tokoh agama, tokoh masyarakat,TNI/Polri, dinas terkait dan Pemerintah Negeri Desa Batu Merah.

Latuheru kepada wartawan usai rakor tersebut mengatakan, rakor yang dilaksanakan untuk membi­carakan penutupan tanjung Batu Merah.

“Jadi pertemuan itu dimaksudkan untuk persiapan pembentukan tim khusus. Tim ini nanti melakukan penanganan dari awal sampai akhir penutupan,” jelas Latuheru kepada wartawan di Balai Kota Ambon, Kamis (11/7).

Ia menjelaskan, penutupan tanjung batu merah dilakukan untuk kegiatan yang berkaitan dengan protitusi, sedangkan kegiatan lainnya seperti rumah makan dan kafe tetap berjalan.

Dalam rakor itu, kata Latuheru, para tokoh agama, tokoh masyarakat menyetujui melakukan penutupan tanjung Batu Merah.

“Intinya seluruh yang terlibat dalam pertemuan koordinasi itu setuju, kalau praktek-praktek protitusi selama ini yang terjadi di situ (tanjung-red)  dihentikan atau dinonaktifkan,”ujarnya.

Ketika ditanya kapan tim mulai bekerja, Latuheru menjelaskan, tim masih perlu dibentuk sehingga dipastikan Senin (15/7) depan seluruh nama-nama tim akan dimasukan.

“Jika nama-nama tim sudah masuk, dan akan diterbitkan SK,  maka dipastikan dalam waktu dekat tim sudah melakukan penutupan,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, dalam waktu dekat Pemkot Ambon melakukan sosialisasi terkait dengan penutupan lokalisasi tanjung Batu Merah.

“Kami belum bisa melakukan penutupan, karena masih melakukan sosialisasi dulu kepada masyarakat, karena kami ingin ada masukan dari masyarakat seperti apa baru kami lakukan sosialisasi, dan akan melibatkan seluruh stakholder mulai dari MUI, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan TNI/Polri,”kata Sekot. AG Latuheru kepada wartawan di Balai Kota Ambon, Rabu (12/6).

Ketika ditanya kapan lakukan sosialsiasi, ia mengatakan belum pasti kapan yang intinya dalam waktu dekat.

Menurutnya, penutupan tanjung merupakan permintaan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) sehingga sebagai pemerintah daerah Pemkot mendukung hal tersebut.

“Kita sudah koordinasikan dengan MUI, karena kami sangat mendukung untuk penutupan tanjung Batu Merah,”ujarnya.

Sementara itu, Ketua MUI Provinsi Maluku Abdullah Latuapo ketika dikonfirmasi Siwalima melalui telepon selulernya, Rabu (12/6) mengakui bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Pemkot.

Ia juga mengatakan, terkait dengan sosialisasi pihaknya siap mendampingi Pemkot untuk melakukan sosialisasi.

“Kami siap untuk mendampingi Pemkot untuk lakukan sosialisasi,”ujarnya. (S-40)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon