Daerah ›› Pemkab SBB Gelar Musrenbang RKPD

Pemkab SBB Gelar Musrenbang RKPD


Piru - Pemkab SBB mengelar Musyawarah Rencana Pembangunan Daerah (RKPD) tahun 2016 yang dipusatkan di Gedung Putih Piru, Rabu (18/3).

Pelaksanaan RKPD tersebut merupakan amanat Undang Undang Nomor 25 Tahun 2014 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional yang menyatakan, Pemerintah Daerah wajib menyusun RKPD. Dan dalam konteks Kabupaten SBB, amanat tersebut telah dituangkan dalam Ranperda Nomor 06 Tahun 2011 tentang sistim perencanaan pembangunan daerah.  

Pelaksanaan Musrenbang RKPD Kabupaten SBB tahun 2015 ini memasuki tahun keempat RPMJ tahun 2012-2016, yang merupakan pelaksanaan dari Musrembang kecamatan yang telah diselaraskan dengan Rencana Kerja (Renja) SKPD.

“Hasil Musrenbang RKPD SBB yang merupakan hasil aspirasi dari masyarakat dan stakeholder, akan menjadi bahan untuk rencana kerja pemerintah daerah sekaligus bahan penyusunan APBD Kabupaten SBB Tahun 2016, melalui penyusunan kebijakan umum anggaran (KUA) dan prioritas plafon anggaran sementara (PPAS) ,” jelas Wakil Bupati SBB, H.M.Husni dihadapan para pimpinan SKPD, camat, dan utusan dari kecamatan serta para undangan Musrembang RKPD Tahun 2016. 

Dikatakan, pencapaian di tahun 2016 yakni terwujudnya visi dan misi Pemkab SBB, terwujudnya integritas, sinkronisasi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan pengendalian dan pengawasan,serta termanfaatnya sumberdaya secara efisien, efektif, berkeadilan dan berkelanjutan.

Ia mengharapkan, musrembang tahun ini dapat menjaring program dan kegiatan prioritas baik yang muncul sebagai hasil usulan musrembang di tingkat desa, yang merupakan hasil aspirasi dari masayarakat dan kecamatan maupun yang muncul dari forum SKPD .

“Oleh karena itu, hasil yang diharapkan dapat muncul dari musrenbang ini adalah penyempurnaan terhadap RKPD SBB, juga terkait rumusan prioritas pembangunan program dan kegiatan yang akan dibiayai oleh APBD SBB , APBD Provinsi, dan APBN,” katanya.  

Dijelaskan, sangat penting adanya berbagai pertimbangan yang matang menyangkut aspek kemampuan pembiayaan maupun berdasarkan urusan, fungsi dan kewenangan .Sehingga forum Musrembang harus dapat mengkaji dengan cermat urusan program dan kegiatan yang akan dicantumkan dalam RKPD tahun 2016, yang nantinya akan menjadi APBD tahun 2016. 

“Pertimbangan yang matang pun menjadi penting, karena menyadari kemampuan APBD Kabupaten SBB relatif terbatas. Kondisi inilah yang kemudian mendorong perlu adanya partisipasi aktif dari semua lapisan masyarakat, baik pengusaha, tokoh agama, tokoh masyarakat dan stakeholder, sehingga pembangunan di Kabupaten SBB ini berjalan dengan baik,” katanya.(S-38) 



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon