Daerah ›› Pemerintah Daerah Dituntut Perhatikan Nasib Buruh

Pemerintah Daerah Dituntut Perhatikan Nasib Buruh


Ambon - Memperingati Hari Buruh Inter­nasional  1 Mei atau May Day, sejum­lah organisasi kepemudaan (OKP) dan Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) melakukan aksi damai me­nuntut pemerintah daerah memper­hatikan nasib kaum buruh di Maluku.

Aksi berlangsung di Jalan A.Y Patty, tepatnya di perempatan Polsek Siri­mau, Kecamatan Sirimau Kota Ambon Senin (1/5) sekitar pukul 11.30 WIT. Kapolsek Sirimau, AKP Meity Jacobus kepada wartawan menjelaskan, ter­dapat tiga tuntutan yang disampaikan OKP dan FPPI yakni, meminta peme­rintah agar tidak  menjadikan rakyat sebagai budak di negeri sendiri.

Menolak sistem outsourching (perusahaan penyedia tenaga kerja) dan meminta pemerintah mensejah­terakan buruh. “Aksi damai yang dila­kukan OKP dari FPPI ini berlangsung dengan tertib. Jadi mereka datang de­ngan beberapa atribut seperti bendera merah putih, mega phone dan sejum­lah pamflet yang bertuliskan “buruh butuh kemerdekaan, upah buruh harus sesuai dengan umur,  jangan jadikan rakyat sebagai budak di negeri sendiri, mana perhatian negeri, sejahterahkan buruh dan menolak sistim outsourching,” akui Kapolsek.

Menurutnya, aksi damai tersebut merupakan bentuk kepudilian OKP terhadap kesejaterahan buruh, terutama yang ada di Kota Ambon. Kapolsek berharap, dengan aksi yang dilakukan ini pemerintah derah dapat mendengar aspirasi yang disampaikan dan dapat dipertimbangkan untuk memajukan daerah.

Kapolsek juga mengaku, dalam aksi itu tidak terdapat gangguan arus lalu lintas, sebab personel polsek disiaga­kan untuk mendampingi massa. “Ada sejumlah personil polsek turut men­dampingi massa, hal ini agar massa lebih tertib dan tidak mengganggu aktivitas lalu lintas,” ungkapnya.

Untuk diketahui, aksi tersebut dipim­pin Fahrun Rosen sekalu koordinator la­pangan. Aksi berlangsung hingga pukul 12.30 WIT dan massa langsung membubarkan diri dengan tertib.(S-45)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon