Daerah ›› Pemerintah akan Relokasi Pemukiman Warga Kebakaran Hutan di Seram Utara

Pemerintah akan Relokasi Pemukiman Warga


Masohi - Pemkab Malteng telah menyiapkan rencana re­lokasi warga Negeri Maneo dan seluruh dusunnya yang ada di Pengunungan Seram Utara Timur Kobi ke dataran rendah. Langkah itu dilakukan menyusul kebaka­ran hutan yang terjadi di wilayah tersebut.

“Kami sudah melaporkan hal ini ke pemerintah pusat dan pemprov. Pemerintah pu­sat memastikan akan tetap memberikan perhatian khusus termasuk jika warga meng­inginkan untuk direlokasi ke dataran rendah, sehingga kelak masyarakat akan dapat melakukan segala aktivitas­nya dengan baik,” jelas Sekre­taris BPBD Malteng, Haraji Patti kepada Siwalima di Masohi, Kamis (15/10).

Dikatakan, pemerintah akan menyiapkan semua kebutu­han masyarakat termasuk rumah dan lain sebagainya jika warga bersedia untuk direlokasi ke dataran yang lebih rendah.

“Sampai saat ini api masih terus membakar hutan dan lahan, serta semua perkebu­nan masyarakat baik perke­bunan tanaman umur panjang seperti cengkeh, durian, pala dan lain sebagainya. Jika mas­yarakat tetap ingin mene­tap di pengunungan maka tentu warga akan semakin sulit menyambung hidup, sebab tanaman yang dapat meningkatkan dan memper­tahankan perekonomian selu­ruhnya sudah habis terba­kar,” katanya.

Menyangkut dengan kebu­tuhan pangan masyarakat yang saat ini sudah menipis, Patti menjelaskan pihaknya dalam waktu dekat ini akan segera memasok kebutuhan pangan yang menjadi perha­tian dan harapan utama masyarakat.

Sementara itu, Raja Negeri Maneo Nikolas Wairatan yang dikonfirmasi Siwalima, Kamis (15/10) mengatakan, opsi relo­kasi harus dipu­tuskan secara bersama oleh semua warga yang ada di Negeri Maneo.

“Wilayah petuanan Negeri Maneo memang sangat luas. Kami masih mungkin untuk direlokasi ke dataran yang lebih rendah yang masih berada dalam petunana kami. Opsi itu harus kami bicarakan lebih dulu dengan semua warga di Negeri Maneo dan seluruh anak dusun yang ada. Jika kemudian semuanya sepakat maka kami akan menyampaikannya langsung ke pemkab,” katanya.

Desak Tuntaskan

Sementara itu, DPRD Ma­luku mendesak pihak terkait un­tuk segera menuntas­kannya.

Kepada wartawan di Baileo Rakyat Karang Panjang, Ambon, Kamis (15/10), Ketua DPRD Maluku, Edwin Adrian Huwae berharap segera ada aksi nyata yang segera harus dilakukan oleh pihak terkait.

“Saya mendapat informasi beberapa rumah masyarakat suku terasing di pedalaman turut terbakar akibat kebaka­ran hutan. Sampai sejauh mana pemerintah setempat menyikapi hal itu, itu yang sekarang menjadi pertanyaan DPRD. Kami berharap segera ada aksi nyata yang segera harus dilakukan oleh BPBD Malteng dan seluruh SKPD terkait untuk melihat persoa­lan wilayah kebakaran hutan disana” ungkapnya.

Dikatakan penanangan kebakaran yang terjadi juga harus melibatkan Basarnas untuk secepatnya memadam­kan kobaran api atau seti­daknya minimalisir kebakaran yang terjadi.

DPRD sendiri menurut informasi yang diperolehSiwalima rencananya akan turun meninjau kebakaran  hutan yang terjadi di Seram Utara Jumat, (16/10).

Sebelumnya diberitakan, hutan di Kecamatan Seram Utara Timur Kobi, Kabupaten Malteng terus membara. Se­ba­nyak 18 unit rumah warga Dusun Maneo Tinggi, Negeri Maneo rata tanah, akibat ter­kena imbas kebakaran hutan yang terjadi Rabu (14/10).

Api yang sementara mela­lap hutan, ternyata secara tak terduga merambat masuk ke lokasi pemukiman warga.

Akibat kebakaran tersebut, jumlah rumah warga Dusun Maneo Tinggi saat ini tersisa 62 dari 80 unit rumah.

Jumlah penduduk di negeri-negeri yang mengalami keba­ka­ran diantaranya Siahari (47 KK/161 jiwa), Kokoroli (30 KK/83 jiwa), Suku Huaulu (39 KK/169 jiwa), Maneo Rendah (52 KK/208 jiwa), Maneo Tinggi (67 KK/282 jiwa), Kabailuhu (37 KK/157 jiwa), Kabauhari (66 KK/238 jiwa) dan Iloana (37 KK/174 jiwa).

Kebakaran hutan produksi milik rakyat di Seram Utara, bermula pada 22 September 2015 dengan titik api pertama di Maneo. (S-42)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon