Hukum ›› Pembunuh Warga Kariu Divonis 9 Tahun Penjara

Pembunuh Warga Kariu Divonis 9 Tahun Penjara


Ambon - Abraham Tupanwael alias Bravo, terdakwa ka­sus pembunuhan warga Kariu Kecamatan Pulau Haruku Kabupaten Mal­teng divonis sembilan ta­hun penjara.

Pemuda 19 tahun itu di­nyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan ber­salah melakukan tindak pidana pembunuhan ter­hadap Dominggus Patti­rad­ja­wane yang juga warga Kariu.

Vonis dibacakan majelis hakim yang diketuai Pasti Tarigan didampingi dua hakim anggota, Christina Tetelepta dan Leo Su­karno di Pengadilan Negeri Ambon, Rabu (11/7).

Terdakwa didampingi penasehat hukumnya Djidon Batmolin. Dalam amar putusannya, majelis hakim mengatakan, terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 338 KUHPidana tentang pembunuhan.

“Mengadili, memutuskan dan me­nghukum terdakwa Abraham Tupan­wael alias Bravo (19), dengan pi­dana penjara selama sembilan ta­hun. Sebab terbukti melanggar ketentuan pasal 338 KUHPidana tentang pem­bunuhan,” ucap majelis hakim saat membacakan amar putusan.

Vonis majelis hakim sama dengan tuntutan JPU Kejari Ambon, Yunita Sahetapy. yang sebelumnya menun­tut terdakwa dengan hukuman sem­bilan tahun penjara. Terhadap putu­san majelis hakim itu, JPU menga­takan pikir-pikir, sementara terdakwa melalui penasehat hukumnya mene­rima vonis hakim tersebut.

Seperti diketahui, dalam dakwa­annya JPU menjelaskan, peristiwa naas yang menimpah korban Domi­nggus Pattiradjawane, terjadi pada 2 Maret 2018 sekitar pukul 22.p0 Wit, tepatnya di depan Gereja Ebenhaezer Negeri Kariu.

Sebelum kejadian, terdakwa ber­sama rekannya Elsama Riry berjalan dari kompleks Kelapa Tiga Negeri Kariu dengan tujuan ke rumah terdakwa, namun ditengah perjalanan terdakwa bersama saksi Elsama Riry, bertemu korban bersama anaknya.

Saat itu, korban sempat melarang saksi Elsama Riry, dengan kalimat “Ana pulang sudah” dan saksi sem­pat beradu mulut dengan korban. Se­lang beberapa menit kemu­dian, terd­akwa berjalan menuju ke arah korban namun korban sempat men­dorong terdakwa hingga terjatuh ke selokan.

Saat itu korban lantas ditampar salah satu anggota brimob, kemu­dian anggota brimob itu mengantar korban ke rumahnya. Melihat korban sen­dirian bersama anaknya, terdakwa ke­mudian menghampiri korban meni­kamnya dengan sebilah pisau ke arah paha dekat kemaluan. Melihat korban bersimbah darah, pelaku lantas mela­rikan diri meninggal korban. (S-49)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon