Hukum ›› Pembeli Narkoba Dituntut Enam Tahun Penjara

Pembeli Narkoba Dituntut Enam Tahun Penjara


Ambon - Muhammad Muplik Anwar alias Muklis (22), pemilik narkotika golongan I jenis sabu-sabu dituntut enam tahun penjara,  oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Maluku.

JPU menyatakan, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana, tanpa hak atau melawan hukum menerima, membeli dan menge­dar­kan Narkotika golongan 1 jenis shabu, sebagaimana diancam pidana dalam pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

JPU Kejati Maluku, Awaludin juga menuntut terdakwa membayar denda Rp 1 milyar, subsider enam bulan ku­rungan.

Tuntutan JPU tersebut dibacakan dalam persidangan yang digelar secara terbuka di Pengadilan Negeri (PN) Ambon, Rabu (11/7) dipimpin majelis hakim yang diketuai Syamsudin La Hasan dan dua hakim anggota Lucky Rombot Kalolo dan Felix Roni Wuisan

JPU menjelaskan, terdakwa berhasil ditangkap polisi pada Minggu 18 Februari 2018 sekira pukul 20.00 Wit. Awalnya, aparat Kepolisian Ditresnar­koba Polda Maluku mendapat informasi dari masyarakat bahwa, saksi Ikram Noviandi Kalengkongan alias Ikram sedang menuju ke Pelabuhan Yosudarso Ambon untuk mengambil shabu dari Makasar Sulawesi Selatan yang dikirim kepada tersangka Ati (masih buron).

Setelah sampai di Pelabuhan Yudarso Ambon, aparat Kepolisian Ditresnar­koba Polda Maluku langsung menang­kap Ikram. Saat dilakukan pengge­le­dahan polisi berhasil menemukan dua paket shabu yang disimpan dalam  saku depan celana saksi.

Kemudian setelah diinterogasi saksi mengaku,  menyuruh terdakwa Muham­mad Muplik Anwar alias Muklis di Ma­kassar untuk membeli dua paket shabu tersebut, saksi mentransfer Rp 3 juta dengan harga per 1 paket Rp 1,5 juta.

Setelah mendengar pengakuan saksi Ikram Noviandi Kalengkongan, pada Minggu 11 Maret 2018 sekitar pukul 20. 00 Wit, Ditresnarkoba Polda Maluku langsung menuju Makasar, dan berhasil menangkap terdakwa tepatnya di Jalan Sungai Sadang  Kota Makasar. Kepada polisi terdakwa mengaku membeli shabu tersebut, dari  tersangka Iksan (buron).

Usai mendengar penjelasan terdak­wa, polisi kemudian membawa terdakwa beserta barang buktinya ke Ditres­narkoba Polda Maluku untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku

Usai mendengar pembacaan tuntu­tan JPU, pensehat hukum terdakwa Abdul Syukur Kaliky langsung meng­ajukan pembelaan. Dengan meminta keringanan hukum dari majelis hakim terhadap kliennya. Selanjutnya majelis hakim menunda persidangan hingga, Rabu (18/7) dengan agenda sidang putusan. (S-49)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon