Visi ›› Pembelaan Diri KPU

Pembelaan Diri KPU


Dugaan pelanggaran yang dilakukan perangkat penyelenggara Pilkada Kota Ambon sudah menjadi rahasia publik. Panwaslu Kota Ambon juga mengantongi bukti dugaan pelanggaran itu. Sebut saja, 24 ribu undangan pemilih atau yang dikenal dengan formulir C6 KWK yang tak tersalurkan ke warga yang namanya ada di DPT.

Angka ini naik fantastis saat rapat pleno rekapitulasi dan penghitungan suara yang digelar KPU Kota Ambon, Kamis (23/2). Saat rapat itu,  terungkap 44.486 formulir C6 KWK yang tidak terdistribusi kepada masyarakat (18,72 persen) yang tersebar di lima PPK.

Puluhan ribu formulir tersebut yang tak terdistribusi itu tersebar di Kecamatan Sirimau 23.174 formulir (22,19 persen), Kecamatan Nusaniwe 10.226 formulir (15,86 persen), Kecamatan Baguala 5.398 formulir (16,08 persen), Kecamatan Leitimur Selatan 392 formulir (6,17 persen) dan Kecamatan Teluk Ambon 5.296 formulir (18,40 persen).

Khusus di Kecamatan Sirimau, dengan jumlah pemilih dalam DPT 104.430 pemilih, justru ditemukan 23.174 (22,19 persen) formulir C6 KWK yang dikembalikan ke KPU.  Rinciannya yang meninggal 570 (2,46 persen), pindah alamat 4.788 (20,66 persen), tidak dikenal 6.164 (26,60 persen), tidak ketemu 9.434 (40,71 persen) dan lain-lain 2.218 (9,57 persen).

Kecamatan Nusaniwe  dengan jumlah pemilih dalam  DPT 64.485 ditemukan sebanyak 10.226 (15,86 persen) formulir C6 KWK yang dikembalikan dengan rinciannya yang meninggal 370 (3,62 persen), pindah alamat 2.054 (20,09 persen), tidak dikenal 1.438 (14.06 persen), tidak ketemu 4.438 (43,40 persen) dan lain-lain 1.926 (18,83 persen).

Sementara untuk PPK Baguala tercatat dengan jumlah pemilih dalam  DPT 33.574 ditemukan sebanyak 5.398 (16,08 persen) formulir C6 KWK yang dikembalikan dengan rinciannya yang meninggal 165 (3,06 persen), pindah alamat 1.445 (26,77 persen), tidak dikenal 878 (16,27 persen), tidak ketemu 2.118 (39,24 persen) dan lain-lain 792 (14,67 persen).

PPK Leitimur Selatan, dengan jumlah pemilih dalam  DPT 6.355, ditemukan sebanyak 392 (6,17 persen) formulir C6 KWK yang dikembalikan dengan rincian yang meninggal 19 (4,85 persen), pindah alamat 320 (81,63 persen), tidak dikenal 1 (0,26 persen),  tidak ketemu 43 (10,97 persen) dan lain-lain 9 (2,30 persen).

Sementara di PPK Teluk Ambon, dari jumlah pemilih dalam  DPT 28.783, ditemukan sebanyak 5.296 (18,40 persen) formulir C6 KWK yang dikembalikan dengan rinciannya yang meninggal 297 (5,61 persen), pindah alamat 1.240 (23,41 persen), tidak dikenal 1.628 (30,74 persen), tidak ketemu 1.674 (32,61 persen) dan lain-lain 457 (8,63 persen). 

Tetapi saat  rapat bersama dengan Komisi I DPRD Kota Ambon, Kamis (2/3) Ketua  KPU Kota Ambon, Marthinus Kainama membela diri. Ia membantah temuan Panwaslu itu.

Pembelaan diri KPU hanya sepihak. Tidak ada yang berani beradu argumen, sebab Komisi I yang dipimpin Zeth Permos itu tak memiliki data. Hanya mengandalkan informasi dari media massa. Panwaslu juga tak hadir. Karena itu, KPU bebas mengumbar kata-kata.

Ketua Panwaslu Kota Ambon, M Jen Latuconsina siap untuk membeberkan temuan saat proses Pilkada. Olehnya itu, Komisi I harus segera mengagendakan kembali rapat dengan Panwaslu biar semuanya terang menderang. Jangan anggaran daerah miliaran rupiah terkuras, tetapi menghasilkan pilkada tak berkualitas. (*)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon