Hukum ›› Pelaku Bom Waesamu Dijerat UU Terorisme

Pelaku Bom Waesamu Dijerat UU Terorisme


Ambon - Penyidik Satreskrim Polres SBB menjerat dua pelaku peledakan bom  di Desa Waesamu, Kecamatan Kairatu, Selasa (18/4) dengan UU Terorisme dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Kedua tersangka tersebut adalah Christian M Elly (18) dan Melkianus Sisinupy (21). “Mereka berdua su­ah resmi ditetapkan sebagai tersa­ng­ka dan resmi ditahan untuk di­pro­ses lebih lanjut,” tandas Kapol­res SBB AKBP Agus Setiawan yang dikonfirmasi Siwalima, melalui tele­pon seluler­nya, Rabu (17/5) siang.

Setiawan menjelaskan, Elly dan Sisinupy dikenakan pasal 9 UU No­mor 5 tahun 2003 tentang pene­tapan Perpu Nomor 1 tahun 2002 tentang Pem­berantasan Tindak Pidana Tero­risme menjadi UU jo Perpu Nomor 1 tahun 2002 tentang pemberantasan tindak pidana terorisme, dengan  ancaman pidana mati atau penjara seumur hidup  atau paling singkat tiga tahun dan paling lama 20 tahun.

Keduanya juga dijerat pasal 1 ayat (1) UU Darurat Nomor 12 tahun 1951 dan dengan ancaman hukuman pida­na mati, penjara seumur hidup atau setinggi-tingginya 20 tahun penjara.

Sebelumnya, Christian M Elly  dan Melkianus Sisinupy diringkus oleh personil Reskrim Polres SBB dan Ditreskrimum Polda Maluku di tempat yang berbeda.

Elly ditangkap di kawasan Wailela, bela­kang kampus Poltek Negeri Ambon pada Sabtu (13/5). Sedang­kan Si­sinupy ditangkap di kawasan Kairatu.

Motiv pelemparan bom yang dila­kukan kedua pelaku untuk menim­bulkan keresahan di masyarakat.

Untuk diketahui, ledakan bom  yang terjadi Selasa (18/4), memicu kon­sentrasi massa di Desa Wae­samu. Bom tersebut meledak seba­nyak dua kali sekitar pukul 03.30 WIT di depan ke­diaman mantan Raja Waesamu A. Reu­nussa dan kedia­man W. Latu­perissa.

Ledakan bom tersebut memicu reaksi warga Waesamu. Terjadi kon­sentrasi massa di jalan-jalan. Mereka langsung memblokir  jalan yang merupakan akses menuju Kairatu-Piru menggunakan batang pohon.

Peristiwa ledakan bom itu, bukan baru pertama kali terjadi, tetapi sudah berulang kali, namun tidak pernah terungkap pelakunya. Karena itu, warga kecewa dan memblokir jalan. (S-27)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon