Kriminal ›› Pejalan Kaki Tewas Ditabrak Bus di Passo

Pejalan Kaki Tewas Ditabrak Bus di Passo


Ambon - Kecelakaan maut menimpa Levina Hor Tetimelay, warga Passo Kecamatan Baguala Kota Ambon. Wanita 36 tahun itu tewas ditabrak bus  jurusan Ambon Liang Selasa (18/4) sekitar pukul 15.30 WIT saat hendak menyebrang jalan.

Kecelakaan naas tersebut terjadi tepatnya di depan praktek Happy Patner, kawasan Mata Passo. Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, AKP Endy Desianto kepada Siwalima di ruang kerjanya Kamis (20/4) menjelaskan, kejadian berawal ketika bus jurusan Ambon-Liang dengan Nomor Polisi DE 7044 AU yang dikemudikan Faisal Marasabessy (38), warga Negeri Liang bergerak dari arah Kota Ambon hendak menuju ke Pelabuhan Hunimua dengan kecepatan tinggi.

Setelah tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP), pengemudi tak dapat mengendalikan laju kendaraan dan menabrak korban yang hendak menyebrangi jalan.

Menurut keterangan Yani Teti­melay (30) dan Denny Pentury (43) dua saksi yang berada di TKP dan menyaksikan kejadian maut itu menjelaskan, pengemudi bus ber­gerak dengan kecepatan tinggi.

Korban yang hendak menyebrang sempat mengangkat tangan agar bus bisa berhenti dan memberikan jalan untuk korban menyebrang, tetapi ke­cepatan yang tinggi membuat bus tidak berhenti dan langsung meng­hantam korban.

“Korban saat itu berada di sebelah kiri jalan kalau arah dari Kota Ambon menuju Passo. Tujuan korban adalah menyebrang ke ruas kanan jalan, sebelum menyebrang korban sudah sempat mengangkat tangannya kepada bus agar dirinya bisa menyebrang ke ruas jalur yang berbeda. Tetapi karena kecepatan bus yang cukup tinggi, bus tidak sepenuhnya melakukan pengereman dan langsung mena­brak korban,” jelas Desianto.

Tabrakan yang keras membuat korban terlempar dan tak sadarkan diri. Bukannya berhenti bus ter­sebut malah menancapkan gas dan lari meninggalkan TKP. Ternyata pengemudi yang lari meninggalkan TKP menyerahkan dirinya ke Polsek Salahutu lantaran takut dikeroyok massa yang mendatangi TKP setelah mendengarkan bunyi tabrakan.

Saksi yang berada di lokasi kejadian langung membawa korban ke Rumah Sakit Otto Kyuk untuk mendapat perawatan medis. Tetapi luka yang parah membuat nyawa korban tak tertolong dan meninggal di rumah sakit.

“Pelaku lari dari TKP karena pas tabrakan banyak warga yang keluar dari gang untuk melihat tabrakan. Jadi karena takut dipukuli massa, pelaku langsung meningalkan TKP dan menyerahkan diri ke Polsek Salahutu. Korban sempat dibawah ke rumah sakit, tetapi karena luka yang parah korban akhirnya meni­nggal setelah mendapat penanga­nan medis kurang lebih satu jam,” pungkas Desianto.

Melihat TKP tabrakan bukan merupakan wilayah hukum Polsek Salahutu, kemudian berkoordinasi dengan Polsek Baguala, selanjutnya Polsek baguala langsung melakukan olah TKP, mengambil keterangan saksi, melihat keadaan korban serta menjemput pelaku beserta barang bukti untuk diamankan di Polsek Baguala. (S-45)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon