Politik ›› PDIP Jadi Rebutan

PDIP Jadi Rebutan


PDI Perjuangan merupakan salah satu partai di Maluku, yang pertama kali membuka proses penjaringan dan penyaringan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku tahun 2018 mendatang.

Sebagai partai pemenang pemilihan umum legislatif tahun 2013 lalu, PDIP ingin menyusun langkah politiknya secara baik, sehingga upaya untuk merebut kekuasaan menjadi Gubernur Maluku dari tangan Partai Golkar menjadi kenyataan.

PDIP memang  pernah berkuasa saat dipimpin oleh Mantan Gubernur Maluku yang juga sebagai mantan Ketua DPD PDIP Maluku, Karel Albert Ralahalu selama dua periode (2003-2008) dan (2008-2013). Bahkan kekuataan PDIP kala itu sangat solid, namun sayangnya di tahun 2013-2018, PDIP tak mampu melanjutkan kepemimpin tersebut. kursi sang gubernur kembali diraih oleh Partai Golkar, Said Assagaff yang kembali dijagokan oleh partai berlambang pohon beringin ini maju dalam sukses Pilkada Maluku tahun 2018 mendatang.

Tentu berhadapan dengan Partai Golkar apalagi petahana, PDIP sudah pasti akan menyusun strategi politiknya secara baik dan matang, sehingga tidak lagi mengalami kekalahan.

Salah satunya dengan membuka proses penjaringan dan penyaringan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku yang terbuka untuk umum. Padahal, PDIP tentu saja memiliki sejumlah kader yang militan, memiliki loyalitas dan dedikasi yang sangat tinggi, bukan saja bagi partai tetapi bagi daerah ini, memiliki sumber daya manusia yang handal. Sehingga wajar jika keinginan-keinginan untuk merebut kekuasaan menjadi sebuah hal yang perlu diperjuangkan, tetapi kekuasaan untuk mensejahterakan rakyat. Itulah yang penting.

Menariknya dari proses penjaringan, bukan saja kader-kader PDIP yang telah mengambil formulir tetapi partai yang dipimpin Megawati Soekarno Putri ini menjadi incaran ‘orang luar’ yang tidak saja kaum politikus tetapi juga birokrat. Salah satunya Kadis Ketahanan Pangan Maluku, Sedek Sangadji yang mengutus orangnya mengambil formulir di PDIP. Selanjutnya, kader beringin, Mozes Rudy Timisela, Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Papua Barat ini akan mencalonkan diri sebagai wagub.

Harus diakui, Partai berlambang Banteng Kekar Moncong Putih itu justru tambah militan dan solid mengusung dan memenangkan kadernya pada Pilkada 2018. Hasil Rakerda yang baru saja dilakukan memunculkan sejumlah nama kader PDIP maju dalam bursa pencalonan.

Untuk calon gubernur diantaranya, Komarudin Watubun anggota DPR-RI, Barnabas Orno (Bupati MBD), Herman Koedoeboen (Mantan Wakajati Maluku), Tagop Soulisa (Bupati Bursel), Mercy Barends (anggota DPR-RI)

Sedangkan untuk calon Wakil Gubernur, Ketua DPRD Maluku, Edwin Huwae, anggota DPRD Maluku, Lucky Wattimury dan mantan Bupati SBT, Abdullah Vanath.

Pilkada 2018 ini menjadi momentum tepat bagi kader PDIP untuk kembali berkuasa di bumi seribu pulau ini. Harga mati bagi PDIP untuk mengusung kadernya sebagai calon Gubernur Maluku periode 2018-2023 sekaligus memenangkan perhelatan pilkada.

Langkah ini bukan tanpa alasan. Bermodalkan label sebagai parpol pemenang Pemilu Legislatif 2014, PDIP yang memiliki 7 kursi di DPRD Maluku hanya membutuhkan minimal 2 kursi lagi untuk mengusung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Maluku di pilkada 2018.

Apakah PDIP akan mengusung kadernya ? ataukah malah sebaliknya berkoalisi dengan Golkar  ataukah justru ‘orang luar’ publik pasti akan menunggu. (*)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon