Politik ›› PDIP Belum Proses Usulan Pengganti Atapary

PDIP Belum Proses Usulan Pengganti Atapary


Ambon - Kader PDIP Samson Atapry telah ditetapkan menjadi calon Bupati Kabupaten SBB. Sesuai peraturan perundangan, posisinya sebagai anggota DPRD Maluku otomatis akan digantikan oleh pengganti antar waktu yang adalah calon legislatif dengn perolehan suara terbanyak berikutnya didapil SBB.

Namun hingga kini DPD PDIP Maluku belum juga mengusulkan pengganti Atapary ke sekretariat DPRD Maluku.

Kepada Siwalima  di Baileo Rakyat Karang Panjang Ambon, Jumat (25/11) Sekretaris DPD PDIP Maluku Lucky Wattimury menjelaskan memang DPD telah menerima pemberitahuan dari sekeratriat dewan mengenai pemberhentian Samson Atapary sebagai anggota DPRD Maluku.

“Dengan begitu kami akan segera memproses pemberhentian pak Samson ke Setwan dan sekaligus mengurus proses pengajuan calon anggota DPRD pengganti antar waktu (PAW) yang sesuai dengan aturan perundang-undangan dan aturan partai,” pungkasnya

Namun begitu ia mengatkan DPD PDIP masih sementara sibuk dengan proses kampanye dan melakukan berbagai tugas partai sehingga proses pengusulannya belum perjalan.

Untuk calon PAW, menurutnya jika mengacu kepada peraturan perundangan haruslah calon legislatif yang mendapatkan suara terbanyak setelah Atapary dalam pileg 2014 lalu dan harus mengacu pada keterangan dari KPU Maluku.

“Memang informasinya yang memiliki suara terbanyak berikutnya adalah Evert Kermite. Tapi PDIP akan melakukan konfirmasi lebih dahulu ke KPU Maluku agar diperoleh kepastian,” tandas Wattimury

Ditambahkan, dari sisi internal partai, DPD akan memberitahukan kepada DPP PDIP berkatian dengan pemberhentian dan PAW ini karena hal ini diatur juga peraturan partai.

Seperti diketahui, DPD Golkar Maluku telah menyampaikan surat pengunduran diri anggota DPRD Maluku, Dharma Oratmangun kepada Sekretariat DPRD Maluku untuk diproses lebih lanjut. Namun untuk calon PAW, mereka masih harus melakukan konfirmasi ke KPU.

Sementara Partai Hanura telah yang mengajukan surat pemberhentian kadernya dari keanggotaan di DPRD Maluku. M Yasin Payapo. Berdasarkan surat dari Hanura, yang akan menggantikan Payapo adalah Abdul Rasyid Kotalima.

Sebagaimana diketahui, para  wakil rakyat yang telah ditetapkan menjadi calkada dan harus mengun­durkan diri adalah Sekretaris Komisi A DPRD Maluku  Dharma Oratmangun dari Partai Golkar. Ia menjadi calon Bupati MTB berpasangan dengan Markus Farakminella.

Selanjutnya, politisi PPP yang juga anggota Komisi A DPRD M­luku Syarif Hadler.  Ia menjadi calon Wakil Walikota Ambon berpasangan dengan Richard Louhenapessy.

Kemudian anggota Komisi A DPRD Maluku, M Yasin Payapo dari Partai Hanura yang maju sebagai balon Bupati SBB berpa­sangan dengan Timotius Akerina.

Di pilkada SBB ada juga anggota Komisi B Samson Ata-pary dari PDIP yang berpas-angan dengan Ketua Komisi D DPRD Maluku Suhfi Majid dari PKS.

Berdasarkan pasal 68 ayat 1 PKPU Nomor 9 tahun 2016 tentang Pencalonan disebutkan, bagi calon yang berstatus sebagai anggota DPR, DPD, DPRD, anggota TNI/Polri/PNS wajib menyampaikan keputusan pejabat yang berwenang tentang mereka dari jabatan dimaksud paling lambat 60 (enam puluh) hari sejak ditetapkan sebagai calon. (S-42)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon