Politik ›› PDIP akan terus Berjuang Selama Rakyat Maluku Miskin

PDIP akan terus Berjuang Selama Rakyat Maluku Miskin


Ambon - Jajaran DPD PDIP Maluku memperigati Hari Lahir Pan­casila yang ke 70, dalam acara seder­hana yang berlangsung di Sekretariat DPD PDIP Maluku, Selasa (1/6).

Ketua DPD PDIP Maluku Edwin A Huwae pada kesem­patan menegaskan selama masyarakat di Maluku masih miskin, tertinggal serta meratap tangis di gubuk-gubuk maka selama itu pula PDIP akan terus berjuang untung mengahapus air mata rakyat Maluku.

 “Selaku warga Maluku juga, budaya pela gandong, Ain Ni Ain dan Kalwedo harus dimaknai sebagai kearifan lokal didalam nafas pancasila karena hanya dalam negara pancasila hal-hal tersebut akan menemukan kelestarian dan kebesaran,” tandas Huwae saat menyampai­kan pidato politiknya berjudul “Revitalisasi Nilai-nilai Pan­casila Sebagai Dasar Memba­ngun Indonesia Yang Berdaulat, Mandiri Dan Berkepribadian”.

Huwae juga meminta seluruh kader untuk lebih memaknai pe­mikiran Bung Karno yang adalah pencetus konsep Pancasila. Me­nurutnya untuk menyelami Panca­sila secara utuh, kita harus bisa menyelami benang merah, alur pikir dan ideologis Bung Karno semenjak muda termasuk saat-saat dia dibuang ke pengasingan

“Benang merah alur pemi­kiran Bung Karno setidaknya dapat kita runut mulai dari pledeo Bung Karno dihadapan pengadilan kolonial yang kita kenal dengan Indonesia mengugat sampai pada pidato tanggal 17 Agustus 1964 tentang Trisakti,” ungkapnya.

Maka berkenan dengan momentum peringatan hari lahirnya pancasila, Huwae juga mengajak seluruh warga PDIP dan tokoh-tokoh pemuda untuk membangun kesadaran rakyat tentang pentingnya menghayati dan mengamalkan pancasila sebagai pandangan hidup bangsa.

Pada kesempatan itu juga DPD PDIP Maluku telah me­luncurkan edisi perdana Buletin Gotong Royong yang diterbitkan oleh Bidang Komunikasi Seni Budaya DPD PDIP Maluku.

Huwae mengharapkan agar Buletin Gotong Royong dapat melaksanakan tiga misi utama partai yaitu sebagai media komunikasi dan informasi antar kader partai, sebagai media transfer ideologi dan sekaligus badan propaganda partai dalam bidang seni budaya. (S-42)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon