Hukum ›› Pasutri Penipu Dihukum 10 Tahun Bui

Pasutri Penipu Dihukum 10 Tahun Bui


Ambon - Pasangan suami istri Sarini Floryanti Angelina AR (27) dan Ardy Aziz alias Adi (27), warga Jalan Kesatrian RT 002/RW 002, Kelurahan Amantelu, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon dihukum 10 tahun pen­jara oleh majelis hakim Peng­adilan Negeri Ambon, Rabu (5/12).

Pasutri yang adalah ter­dakwa kasus penipuan ini, terbukti secara sah dan meyakinkan  melanggar pasal  51 ayat 1 jo pasal 35 UU RI Nomor 19 tahun 2016 tentang informasi dan transaksi elektronik.

Sidang pembacaan vonis tersebut dipimpin majelis hakim yang diketuai, H. Samsudin La Hasan didampingi dua hakim anggota, Jimy Wally dan Felix R. Wuisan. Kedua terdakwa didampingi penasehat hukum, Sahran Arey.

Vonis majelis hakim itu, lebih ringan dari tuntutan JPU Kejari Ambon, Lilia Heluth yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama dua belas tahun.

Seperti diketahui, JPU dalam dakwaannya menjelaskan, tindak pidana penipuan dan penggelapan yang dilakoni kedua terdakwa terjadi, pada Mei 2017 sampai Desember 2017.

Awalnya, terdakwa Sarini Floryanti Angelina yang adalah pemilik tokoh UD. Adi Mitra yang berlokasi di Desa Poka ini bekerjasama dengan PT. Tridharma Adhigraha sudah tujuh tahun lamanya.

Perusahaan korban, Dony Tanamal bekerjasama dengan toko milik terdakwa dibidang penjualan sepeda motor.

Korban memberikan sejumlah sepeda motor kepada kedua terdakwa untuk dijual dengan perjanjian jika sepeda motor yang diberikan itu laku, maka uang hasil penjualan diserahkan ke perusahaan korban melalui Bank BCA.

Namun kedua terdakwa tidak menyerahkan uang hasil penjualan sepeda motor tersebut kepada korban, para terdakwa malah melakukan penipuan dengan cara mentransfer fiktif  ke rekening BCA dengan nomor rekening 0443050229 atas nama Tridahrma Adighigraha melalui internet banking.

Kemudian, kedua terdakwa menscreen shoot hasil transi internet banking tersebut dan mengirimnya ke, Jean Tetelepta, salah satu karyawan PT.  Tridharma Adhigraha.

Namun setelah dicek, ternyata uang Rp 130 juta lebih yang ditransfer para terdakwa tidak masuk ke rekening perusahaan milik korban, Dony Tanamal. Melainkan masuk ke rekening pribadi terdakwa,  Sarini Floryanti Angelina.

Terhadap putusan tersebut, kedua terdakwa melalui penasehat hukumnya dan jaksa menyatakan banding. (S-49)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon