Politik ›› "PAPARISA, Solusi Ambon Lebih Baik"

"PAPARISA, Solusi Ambon Lebih Baik"


Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Ambon Periode 2011-2016 segera dilaksanakan. Berdasarkan jadwal Komisi Pemilihan Umum (KPU), warga Kota Ambon akan menggunakan hak suaranya memilih kepala daerah untuk lima tahun mendatang pada tanggal 16 Mei 2011. Pada hari itulah, warga Ambon berdaulat. Warga Ambon akan menentukan siapa pemimpinnya kelak.

Berkaitan dengan suksesi kepemimpinan Kota Ambon, Richard Louhenapessy SH yang kesehariannya mengabdi sebagai wakil rakyat di DPRD Provinsi Maluku bersama dengan M.A.S. (Sam) Latuconsina ST, MT yang sehari-hari mengabdi sebagai Kepala Dinas Tata Kota Ambon, menyatakan tekad dan komitmen bersama untuk melayani warga Ambon sebagai Walikota dan Wakil Walikota lima tahun mendatang.

Mendapat dukungan dari Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Gerindra, Partai Bintang Reformasi (PBR), dan Partai Damai Sejahtera (PDS), pasangan Richard-Sam berpartisipasi dalam pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Ambon bukan untuk gagah-gagahan, bukan pula mencari popularitas, apalagi mengejar kekuasaan. Keduanya datang dengan tekad dan niat tulus ingin mengabdi sebagai pelayan masyarakat.

Sebagai pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota, Richard-Sam mengharapkan restu dan dukungan doa dari segenap warga Ambon. Mereka berdua sadar, tanpa dukungan dari warga Ambon, kerja keras yang telah dilakukan tidak akan bernilai apapun. Kedua figur yang dikenal humanis dan merakyat ini ingin menjadikan "Ambon Lebe Bae Voor Samua" melalui program kerja pemerintah yang realistis, melibatkan partisipasi semua komponen masyarakat.

Komitmen Richard-Sam yang terbangun lebih dari setahun, telah ikut mewarnai dinamika suksesi kepemimpinan Kota Ambon. Pasangan ini telah diterima luas oleh masyarakat. Ini dibuktikan dengan tingkat elektabilitas dan penerimaan masyarakat terhadap keduanya begitu tinggi, bila dibandingkan kandidat lain.

Berbagai lembaga survei menempatkan kedua figur ini sebagai pasangan pemimpin masa depan yang paling diidamkan warga Ambon. Richard seorang politisi berlatar belakang advokat (pengacara), sedangkan Sam adalah birokrat berlatar belakang aktivis pemuda.

Perpaduan dua karakter yang dinilai banyak kalangan akan mampu menjawab berbagai persoalan dan tantangan pembangunan di Kota Ambon.

Richard-Sam menyadari bahwa pemilih di Kota Ambon adalah pemilih rasional dan cerdas. Warga Ambon akan menilai secara objektif kandidat Walikota dan Wakil Walikota dari seluruh aspek, termasuk mengukur kapasitas kandidat, apakah mampu mewujudkan Ambon sebagai kota idaman semua orang. Semua itu akan terwujud apabila kota ini dibangun dengan kerja keras, dengan niat tulus, didukung seluruh lapisan masyarakat, serta dipimpin kepala daerah yang amanah dan bertanggung jawab.

Menjawab harapan besar seluruh warga yang ingin Ambon menjadi kota idaman semua orang, Richard-Sam yang terkenal dengan ikon PAPARISA (Pasangan Pemimpin Ambon Richard-Sam) tidak sekadar maju tanpa visi dan misi yang jelas untuk membangun kota ini.

Kemajuan Kota Ambon yang sudah ada, akan PAPARISA tingkatkan lagi dengan memaksimalkan potensi daerah yang ada, yakni potensi SDM, pendidikan, ekonomi, pariwisata, budaya, termasuk keragaman multikultural yang perlu dipandang juga sebagai potensi lokal. Sementara masalah sosial-kemasyarakatan yang masih dihadapi hingga sekarang ini seperti kemacetan, banjir, penanganan sampah dan pengembalian peruntukan kawasan, akan dibenahi secara terencana, sistematis, komprehensif dan terintegrasi, demi terwujudnya kondisi yang diharapkan warga kota.

PAPARISA menilai kemajemukan warga Ambon bukanlah sebuah ancaman, namun harus dipandang sebagai kekayaan dan modal dasar dalam mewujudkan visi dan misi pembangunan.

Tagline "Benahi Ambon, Membangun Negeri, Menata Kota" yang diusung PAPARISA mengandung makna bahwa semua persoalan sosial-kemasyarakatan yang terjadi di Ambon harus dibenahi ke arah yang lebih baik, terutama persoalan umum perkotaan, sehingga ke depan dapat terwujud "Ambon Bersih, Ambon Hijau, Ambon Sehat, Ambon Rapi dan Ambon Toleran".

Ambon menjadi barometer Maluku. Kondisi instabilitas daerah ini akan berpengaruh pada daerah lain. Karena itulah, Ambon harus aman dan damai. Sejarah buruk dalam relasi sosial sejak pecah tragedi kemanusiaan pada 19 Januari 1999 harus menjadi pengalaman masyarakat untuk menghargai satu sama lain dalam kemajemukan. Hidup dalam kedamaian akan lebih indah.

Sebagai barometer politik, pemerintahan, pendidikan, ekonomi dan sosial-budaya, Kota Ambon harus dibangun dalam semangat soliditas dan toleransi. Jangan hanya karena kepentingan sesaat seperti proses Pilkada sekarang ini, masyarakat kemudian diprovokasi dengan politisasi agama dan sektarian yang dapat membangkitkan sentimen religius dan sentimen kedaerahan. Cara-cara provokasi politik seperti itu justru yang akan memecah-belah kehidupan orang basudara yang sudah terbangun di kota ini.

Pela-gandong sebagai modal sosial mengandung nilai-nilai kemanusiaan dan perekat kehidupan sosial hidup orang basudara tanpa membedakan latar belakang suku, etnis dan agama. Nilai-nilai humanistik yang terkandung dalam kearifan lokal itu yang akan dijadikan PAPARISA sebagai modal dasar bagi ekselerator kegiatan pembangunan dan aktivitas masyarakat plural di Kota Ambon.

Bersama Richard Louhenapessy dan Sam Latuconsina, mari kita bergandengan tangan menjadikan Ambon sebagai kota yang bersih, hijau, sehat, rapi dan toleran. (***)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon