Politik ›› Panwaslu MTB Akui Sulit Awasi Kecamatan Terluar

Panwaslu MTB Akui Sulit Awasi Kecamatan Terluar


Ambon - Kabupaten MTB merupakan salah satu daerah yang nanti akan menyelenggarakan pilkada serentak gelombang ke dua tahun 2017 nanti. Namun ada beberapa kecamatan terluar yang sulit diakses karena terletak sangat jau dan hanya bisa dijangkau dengan speedboat.

Panwaslu setempat mengakui memang dengn jarak yang jauh ini terkadang fungsi kontrol mereka dalam proses pengawasan seringkali terhambat. Apalagi bila ada temuan pelanggaran dalam pilkada.

“Di MTB, ada kecamatan yang letaknya sangat jauh seperti kecamatan Wailabobar dan Molo Maru. Sehingga terkadang ada temuan pelanggaran oleh Panwascam, kami tidak bisa menindaknya karena sudah kadaluarsa,” ujar Ketua Panwaslu MTB, Gerson Lambiombir kepada Siwalima melalui telepon seluler, Sabtu (10/12).

Dikatakan, berdasarkan aturan setiap dugaan pelanggaran yang dilakukan pasangan calon bisa ditindak oleh Panwaslu paling lambat tiga hari setelah kejadian berlangsung. Lebih dari itu, laporan dinyatakan kadaluarsa dan tak bisa ditindaklanjuti.

Padahal menurutnya di kecamatan-kecamatan terjauh itu juga sinyal telepon sangat susah dijangkau.

Sehingga terkadang ia mengatakan laporan ketika sampai ditangan Panwaslu telah melewati batas waktu penindakan sehingga tak bisa lagi diproses.

Menyikapi itu, Lambiombir menjelaskan, Panwaslu selalu memberi penguatan pada jajaran pengawasnya dan mengingatkan mereka untuk bertindak sesuai undang-undang. “Pemungutan suara tinggal dua bulan lagi karena itu kami akan merekrut garda terdepan pengawasan yakni pengawas TPS pada Januari nanti. Mereka akan diberikan bimtek dan kami harapkan seluruh jajaran dapat berfungsi maksimal agar proses demokrasi berjalan dalam koridor aturan,” tegasnya.(S-42)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon