Hukum ›› Panggilan Ketiga Disiapkan untuk Dandy Pencemaran Nama Baik

Panggilan Ketiga Disiapkan untuk Dandy


Ambon - Dua kali Dandy Assagaff mangkir. Penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku segera menyiapkan panggilan ketiga untuknya.

Awalnya anak kandung calon guber­nur petahana Said Assagaff ini dipanggil pada Rabu (6/6), untuk diperiksa terkait dugaan penghinaan dan pencemaran nama baik terhadap pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Ma­luku, Murad Ismail-Barnabas Orno  melalui akun facebooknya. Namun, ia tak hadir di Kantor Ditreskrimsus Polda Maluku, Mangga Dua, Ambon.  

Panggilan kedua kemudian dila­yangkan untuk ia hadir pada  Jumat (8/6). Tetapi lagi-lagi, Dandy mangkir. Panggilan ketiga sementara disiap­kan oleh penyidik.

“Nanti akan dipanggil lagi, dalam waktu dekat pasti akan diagendakan lagi. soal hadir dan tidaknya lagi akan dilihat kemudian,” kata Kabid Humas Polda Maluku, Kombes M Roem Ohoirat saat dikonfirmasi Siwalima, Minggu (10/6).

Dikatakan, jika Dandy tidak hadir, penyidik akan melihat dan menin­dak­lanjuti sesuai dengan aturan yang berlaku. Pasalnya pemang­gilannya  dalam status sebagai terlapor.

Sementara Dandy yang dihubu­ngi Siwalima, melalui telepon se­lulernya pada Sabtu (9/6) dan Minggu (10/6), namun tidak aktif.

Padahal sebelumnya, Dandy menyatakan siap diperiksa kalau dipanggil penyidik Ditreskrimsus.  

“Saya belum dipanggil polisi dan masih menunggu panggilan,” kata Dandy Assagaff, saat dikonfirmasi Siwa­lima, di Ambon, Rabu (23/5) lalu.

Dandy menyatakan siap untuk dipanggil dan diperiksa oleh penyi­dik Ditreskrimsus.

“Saya masih tunggu panggilan polisi dan saya siap diperiksa jika dipanggil nantinya,” tandasnya.

Dandy mengaku, belum meng­hapus postingan di akun facebook miliknya, dan siap bertanggung jawab. “Saya belum hapus posti­ngan di facebook dan saya siap bertanggung jawab,” ujarnya.

Lapor

Tim hukum pasangan calon BAILEO melaporkan Dandy Assa­gaff ke Ditreskrimsus Polda Maluku, Senin (14/5) ke Ditreskrimsus Polda Maluku.

Ketua Tim hukum BAILEO, Sam­son Atapary kepada Siwalima, menjelaskan yang menjadi dasar pengaduan adalah postingan status Dandy Assagaff di akun face­book­nya pada Senin 7 Mei 2018, sekitar pukul 22.16 WIT.

Status itu disertai dengan dua gambar yang memiliki maksud dan tujuan serta niat untuk merendahkan dan menghina Murad Ismail-Barna­bas Orno yang merupakan pasa­ngan calon gubernur dan wakil gu­bernur Maluku nomor urut 2, pada saat selesai dilangsungkannya de­bat calon gubernur dan wakil gubernur Maluku Tahun 2018.

Dandy kemudian menandai empat orang pemilik akun facebook yang bernama Marten Fordatkosu, Ophan’s Ehm Saimima, Isra Prasetya Idris dan Morsal Sahupala.

Status dan gambar yang diposting berbunyi, “ade kakaa pung baku sayang jua (memakai emotion tertawa dan mengeluarkan lidah)”, disertakan dengan adanya dua gam­bar yang telah diedit dan tertulis, gambar pertama: ada lima orang yang berekspresi tertawa seolah-olah mengejek dan atau menghina orang lain serta ada tulisan yang diedit bertuliskan ‘ADE LIA KAKA NI ?? dan  KAKA EE KAKA RUSAK !’.

Sementara untuk gambar kedua,: foto Murad Ismail dan Barnabas Orno saat debat kandidat pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Maluku. Kemudian foto tersebut diedit dengan menuliskan kalimat yang seolah-olah disebutkan oleh Murad Ismail dan Barnabas Orno yaitu, “ADE KNP ZG BILANG MBD YG PALENG MISKIN ? KAKA DIAM ITU EMAS”. Ditambahkan dengan adanya emotion yang memberikan tanda tertawa mengejak dan menghina Murad Ismail dan Barnabas Orno.

“Terhadap kalimat dan gambar yang ditujukan kepada publik media sosial tentunya bertujuan untuk memunculkan pesan dan kesan lelucon,” tandas Atapary.(S-27)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon