Daerah ›› Panca Karya Bakal Layangkan Surat Pengosongan Eks Hotel Anggrek

Panca Karya Bakal Layangkan Surat Pengosongan Eks Hotel Anggrek


Ambon - Pekan depan PD Panca Karya akan melayangkan surat pemberitahuan pengosongan tanah eks Hotel Anggrek yang kedua disertai dengan jangka waktu kepada kepada masyarakat.

Hal ini dilakukan lantaran masih ada sejumlah warga yang mengancam tidak akan meninggalkan tanah itu, padahal pihaknya telah mengirim surat pertama dengan Nomor 54/PK-DR/UP-HK/VI/09 tanggal 28 Juli lalu, yang diberikan kepada warga dan mengingat proses pembangunan kembali Hotel Anggrek di atas tanah tersebut akan dilakukan.

"Kita hari ini (kemarin-red) akan segera siapkan surat dan minggu depan surat akan kita layangkan kepada warga setempat," jelas Direktur Utama PD Panca Karya, Jopie Huwea kepada Siwalima di kantor PD Panca Karya, Kamis (6/8).

Dikatakan, mengingat waktu yang juga begitu mendesak dan merupakan kebutuhan bahkan akan menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat Maluku khususnya di kota Ambon, agar proses pembangunan kembali Hotel Anggrek yang baru akan segera dilakukan, sehingga pengosongan terhadap tanah tersebut juga secepatnya harus dilakukan.

"Kita tetap kirim surat, dan dalam surat yang kedua ini kita akan memberikan batas waktu kepada masyarakat untuk mengosongkan tanah tersebut karena akan dilakukan pembangunan," katanya.

Salah satu warga yang mengancam tidak akan meninggalkan lokasi tersebut kepada Siwalima,, dirinya tidak akan meninggalkan lokasi itu karena gugatan yang disampaikan oleh pihak Muskitta juga terkesan hanya sepihak.

"Pokoknya saya tidak akan keluar. Saya sudah banyak berkorban disini jadi saya tidak akan keluar. Apalagi gugatan yang disampaikan oleh pihak Muskitta itu terklesan sepihak," tandas Ibu Yul pemilik warung paparisa, yang berada diatas tanah eks Hotel Anggrek.

Dirinya juga merasa bingung dengan adanya kembali putusan PN yang memenangkan PD Panca Karya beberapa waktu lalu.

"Kita ini heran. Tanah ini kan dulu sudah pernah putusan dan yang kami tempati di depan ini bukan milik Panca Karya tetapi ini petuanan Soya milik Latumalea yang diturunkan kepada Muskitta," ketusnya.

Olehnya itu, dirinya akan berjuang dan tidak akan meninggalkan tempat itu."Saya tidak akan keluar. Kalaupun mereka mau membangun dan dilakukan diatas ketidak benaran maka mereka sendiri akan dapat akibatnya," ujarnya sinis.

Sebelumnya diberitakan, dalam waktu dekat tanah eks Hotel Anggrek yang semula menjadi polimik tentang status kepemilikan akan difungsikan kembali oleh Perusahan Daerah (PD) Panca Karya.

Dengan keberadaan status tanah yang telah ditetapkan dalam putusan Pengadilan Negeri (PN) Ambon, Nomor 20/Pdt.G/2008/PN.AB tanggal 10 Maret 2009 lalu sah milik PD Panca Karya, maka pihaknya akan membangun kembali Hotel Anggrek yang baru. (S-27)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon