Kriminal ›› Otmil Nyatakan Berkas Anggota Denma Kodam Pattimura Lengkap Terlibat Kasus Pencurian

Otmil Nyatakan Berkas Anggota Denma Kodam Pattimura Lengkap


Ambon - Setelah dilengkapi oleh penyidik Polisi Militer (Pom) Kodam XVI Pattimura kini berkas Sertu Vendy Latuhihin, anggota Detaseman Markas (Denma) Kodam XVI/Pattimura sudah dilimpahkan ke Oditur Militer (Otmil) dan dinyakan lengkap.

Hal ini disampaikan oleh Dan­pom­dam XVI/Pattimura, Kolonel CPM Hendi Hendra kepada Si­walima di ruang kerjanya, Jumat (3/1).

Menurutnya, berkas Sertu Latuhihin yang terlibat dengan komplotannya dalam kasus pen­curian di Jalan Wem Reawaru atau tepatnya di belakang kantor Gubernur Maluku itu sudah dinyatakan lengkap.

“Untuk berkas kasus pencurian anggota Denma sudah saya kirim kemarin (Kamis-red) dan sudah leng­kap. Sudah kita limpahkan seluruhnya ke Otmil,” kata Hen­dra.

Selanjutnya terkait kasus ini, maka prosesnya sudah ditangani Otmil dan penyelidikan serta penyidikan di penyidik Pomdam sudah selesai.

Untuk diketahui, Latuhihin di­ciduk anggota Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Ka­mis (26/9). Ia diciduk sekitar pukul 02.00 WIT, karena diduga terlibat komplotan pencuri yang hendak beraksi di salah satu toko penjualan hand­phone (HP), di  Jl. Wem Reawaruw, bela­kang Kantor Gubernur Maluku.

Informasi yang dihimpun Siwa­lima,  menyebutkan, Latuhihin di­ci­duk bersama dengan enam pelaku lainnya masing-masing, Everd  Walalayo (20), warga De­sa Waiheru; Roy Fuimera (17) war­ga Desa Waai; Grace Ka­merleng (16) juga warga Desa Wa­ai, Markus R Saptu alias Maxi  (23), warga Lorong Kaca­mata Gunung Nona; Lilian (20), warga  Karang Panjang dan Mi­rani Tehupiory (27) warga Desa Hutumuri.

Latuhihin yang adalah  Bintara Platon (Baton) Denma Kodam XVI Pattimura ini diduga meng­koordinir dan mengatur komplo­tan pencuri tersebut. Sebelum kom­plotan ini menuju ke bela­kang kantor gu­bernur. Target me­reka awalnya adalah toko-toko HP yang berada di kawasan AY Patty.

Latuhihin yang saat itu me­ngen­darai sepeda motor Mio Sporty bernomor polisi DE 3231 AS diduga bertindak sebagai pemimpin yang mengatur aksi pencurian itu. Ia hanya memberi arahan dan memantau dari jarak jauh.

Namun karena merasa gerak gerik terpantau, komplotan ini meru­bah target mereka ke toko HP di belakang kantor gubernur. Namun baru saja memulai aksi mere­ka dengan mencungkil gem­bok pintu toko tersebut, mereka lang­sung diciduk anggota Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease. (S-27)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon