Daerah ›› Oszair: Unpatti Prihatin dengan Proses Pembangunan di Ambon Tak Miliki Data Base

Oszair: Unpatti Prihatin dengan Proses Pembangunan di Ambon


Ambon - Profesor Robi Oszair mengaku, Uni­versitas Pattimura (Unpatti) sa­ngat prihatin dengan proses pemba­ngunan yang ada di Kota Ambon khususnya pada desa/kelurahan. Padahal suatu desa/keluarahan ha­rus miliki yang namanya data base pembangunan sehingga apapun yang dilakukan arahnya jelas.

Dijelaskan, dari hasil evaluasi pem­bangunan desa/kelurahan uang dilakukan Unpatti di Maluku, khu­susnya Kota Ambon ternyata proses pembangunannya juga belum me­rata.

“Kami prihatin, padahal pemerin­tah gelontorkan dana bagi pemba­ngunan desa/kelurahan lewat Dana Desa dan Alokasi Dana Desa cukup besar sehingga seharusnya ada terjadi perubahan yang signifikan,” jelasnya pada acara launching data base indokator pembangunan Kota Ambon yang berlangsung di Balai Kota, Rabu (7/12).

Untuk itu kata Oszair, dengan program unpatti yakni profesor masuk desa, maka pihaknya akan menyusun yang namanya data bese bagi setiap desa/kelurahan. Untuk itu diharap­kan kedepan ada kerjasama antara pemkot dengan Unpatti terkait pro­ses pengawasan pembangunan de­sa/kelurahan maupun terhadap pe­nggunaan ADD/DD.

Unpatti dengan senang hati akan membantu pemkot dalam banyak hal, sehingga proses pembangunan di kota ini berjalan dengan baik serta terjadinya pemerataan pembangu­nan di semua desa/kelurahan

Ditempat yang sama Asisten III Sekkot Ambon Bidang Administrasi Romeo Soplanit mengaku, proses pembangunan yang selama ini di desa/kelurahan ternyata tidak miliki data base, padahal itu sangat penting.

“Ternyata data yang digunakan pemkot selama ini khususnya di desa/kelurahan itu masih gunakan data milik BPS, padahal perkem­bangan desa/kelurahan itu bisa terjadi setiap saat,” ujarnya.

Untuk itu, kata Soplanit, dengan diberikannya data base oleh Unpatti ke pemkot itu merupakan awal yang baik bagi proses pembangunan. De­ngan mendapatkan data base yang disusun para profesor yang melaku­kan penelitian di desa/kelurahan, maka itu akan menjadi pintu masuk proses pembangunan yang akan dilakukan di tahun 2017. “Kita akan gunakan data ini untuk proses pembangunan di tahun 2017 mendatang, baik itu jangka pendek, menengah maupun panjang,” tukasnya.

Ditambahkan, setiap desa/kelura­han tak miliki data base pemba­ngu­nan karena harus diakui kalau se­mua pemerintah desa/kelurahan bahkan kecamatan belum bisa menyusun yang namanya data base.

“Kita seharusnya malu kepada Unpatti atas sumbangsih mereka dalam proses pembangunan di Kota Ambon,” tutupnya. (S-39)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon