Ambon - Tahapan survei tingkat elektabilitas segera akan dilakukan Partai Golkar, setelah seluruh berkas pendaftaran Bakal Calon (Balon) Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku periode 2013-2018 diserahkan kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar di Jakarta pekan kemarin.
Ketua Tim Penjaringan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur, DPD Golkar Maluku Husein Touisuta kepada wartawan di Baileo Rakyat Belakang Soya Ambon, Senin (6/8), menjelaskan, setelah diinventarisir seluruh berkas balon, maka DPP segera menentukan lembaga survei guna melakukan tahapan tersebut.
Dijelaskan, sesuai dengan perencanaan maka survei akan dilaksanakan pada bulan Oktober mendatang.
Menyangkut dengan kepastian tanggalnya, Touisuta menjelaskan DPD Maluku maupun DPD Kota/Kabupaten tidak mengetahuinya, sebab hal tersebut merupakan kerahasian DPP Golkar.
“Untuk tanggal pastinya kita tidak tahu, baik itu DPD I maupun DPD II terhadap pelaksanaan survei, tetapi yang jelas Oktober itu dilakukan survey. Survei ini sesuai dengan Juklak DPP Nomor 13,” jelasnya.
Toisuta mengatakan, survei yang akan dilakukan pada bulan Oktober tersebut lantaran KPU Maluku pada Februari 2013 akan melaksanakan tahapan pendaftaran Calon Kepala Daerah (Calkada) Maluku yang nantinya akan bertarung untuk merebut posisi gubernur dan wakil gubernur.
“Survei yang dillakukan Partai Golkar adalah untuk mengukur tingkat elektabilitas yaitu kesukaan masyarakat maupun tingkat pengenalan para balon oleh masyarakat,” katanya.
Toisuta memastikan siapapun balon yang nantinya akan mendapatkan rekomendasi politik dari Partai Golkar sangat teruji sebab telah melewati survei dan pasangan yang menggunakan bendera Golkar harus memiliki hasil survei yang tinggi.
Untuk diketahui, terdapat sepuluh balon gubernur yang mendaftar di Partai Golkar, yaitu Said Assagaff, Freddy Latumahina, Azis Samual, Daud Sangadji, Edison Betaubun, Alex Retraubun, Abdullah Tuasikal, Nono Sampono, John Pelupessy dan Jacky Noya.
Sementara untuk balon wagub yang telah mendaftar secara resmi di Partai Golkar adalah Abdullah Tuasikal, La Suryadi, Moda Latupono, A Hamid Rahayaan dan Junus Duganata. (S-34)