Hukum ›› Oknum Polisi Narkoba Ditindak Tegas

Oknum Polisi Narkoba Ditindak Tegas


Ambon - Polda Maluku akan me­nindak tegas oknum-ok­num anggota polisi yang terlibat narkoba, pasca ditangkap di ke­diaman Kepala BNN Pro­vinsi Ma­luku, Karang Panjang, Kota Ambon.

Kabid Humas Polda Ma­luku Kombes M Roem Ohoirat, didampi­ngi Di­rek­tur Resnarkoba Kom­bes Thein Tabero mene­gaskan, oknum-oknum anggota polisi yang dita­ng­kap sudah ditahan dan sementara diperiksa oleh penyidik Ditresnarkoba.

“Dua yang ditangkap merupakan pengemba­ngan dan keduanya ter­nyata ada di rumah Kepala BNN, sehingga langsung ditangkap,” kata Ohoirat, kepada wartawan di ruang kerja­nya, Kamis (9/8).

Dijelaskan, penangkapan Brig­pol Andriyanto Saban alias AS dan  Brig­pol Romelus Istia alias RI di kedia­man Kepala BNN Maluku, Brigjen Rusno Prihardito pada Rabu (8/8) malam, merupakan pengem­bangan dari penangkapan pada 5 Agustus 2018, yang juga melibatkan dua warga sipil, yaitu pegawai Pemprov Maluku, Jemmy Lattupei­rissa dan Ronaldo Leka­hena, karya­wan JNE.

Sementara anggota polisi yang dita­ngkap yaitu Aipda Remal Patty alias RP, Brigpol Alfred Tuhumury alias AT dan Brigpol Andre Leatemia alias AL.

Saat itu, ada sabu yang dikirim me­lalui jasa pengiriman JNE. Namun, karena tidak ada pemilik yang mengambilnya, sehingga oknum-oknum anggota polisi itu, memakai sabu-sabu tersebut.

“Berawal dari diamankan barang bukti dari JNE, dan setelah tunggu tidak ada pemilik yang mendatangi JNE untuk mengambil barang itu, ketika diselidiki ternyata narkoba dan kemudian diambil untuk digu­nakan. Dari situlah diamankan 1 paket berisikan 3 gram sabu di JNE,” jelas Ohoirat.

Dikatakan, para tersangka akan dijerat dengan pasal berlapis, karena menguasai dan memiliki narkotika. “Kasus ini sedang ber­proses tentu­nya sebagaimana men­jadi kebijakan Presiden dijabar­kan Kapolri dan sampai Kapolda dan jajaran paling bawah yang namanya narkotika tidak tolelir dan tetap diproses,” tandas Ohoirat.

Aiptu Remal Patty dijerat pasal 116 ayat 1 dan pasal 136 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Brigpol Andriyanto Saban alias AS dan Brigpol Romelus Istia alias RI dijerat pasal 138 UU Narkotika jo pasal 55 dan 56 KUHP.  Sedang­kan, Brigpol Alfred Tuhumury alias AT dan Brigpol Andre Leatemia alias AL dijerat pasal 116 UU No­mor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Sementara Kepala BNN Pro­vinsi Maluku, Brigjen Rusno Pri­hardito yang dihubungi melalui telepon selulernya, berjanji akan memberi­kan keterangan Jumat (10/8) siang.

Diciduk

Sebelumnya diberitakan, dua oknum anggota polisi, seorang pe­gawai honor BNN Maluku, dan satu lagi warga masyarakat, di­ringkus oleh tim gabungan, Rabu (8/8) malam. Tim gabungan itu meli­batkan BNN Maluku, Ditresnarkoba dan Propam Polda Maluku.

Mereka yang ditangkap yaitu, Brig­­­pol Andriyanto Saban alias AS dan Brigpol Romelus Istia alias RI, pe­ga­wai honor BNN Maluku Rido Papi­laja alias RP, dan seorang war­ga bernama Mario de Fretes alias MD.

Informasi yang diperoleh Siwa­lima, mereka diciduk di rumah di­nas Kepala BNN Provinsi Maluku, Brig­jen Rusno Prihardito, Karang Pan­jang Ambon, sekitar pukul 22.00 WIT.

“Mereka yang ditangkap yaitu, Brigpol RI, Brigpol AS, RP pegawai honor BNN serta MD anggota masyarakat. Oknum anggota polisi ini masuk dalam sindikat narkoba,” kata sumber di BNN Maluku.

Sumber itu, mengungkapkan, saat mereka ditangkap Kepala BNN tidak berada di rumah.  “Informasi Kepala BNN lagi di luar daerah,” ujarnya.

Oknum-oknum anggota polisi ini, lanjut sumber itu, sudah lama menjadi target. Sepak terjang mereka diikuti sejak bulan Mei 2018.

“Oknum-oknum anggota polisi ini bertugas di BNN Maluku, dan dipa­kai sebagai tim oleh Kepala BNN,” ujarnya.

Sumber itu, menambahkan, Brig­pol RI, Brigpol AS, RP pegawai honor BNN serta MD sementara diaman­kan di Ditresnarkoba Polda Maluku.

“Mereka ini sudah target sejak bulan Mei 2018 lalu, mereka juga tu­rut menggunakan narkoba tetapi ti­dak diproses hukum. Mereka juga di­duga merupakan sindikat narkoba di Maluku yang terlibat penyalah­gu­naan narkoba,” ungkap sumber itu.

Sebelumnya, sekitar pukul 13.00 WIT, tim gabungan menangkap Aiptu RP di kediamannya di Perigi Lima. Sementara Brigpol AT dan Brig­pol AL AL ditangkap  di Kuda­mati pada, Minggu (5/8). Tim juga menangkap RL, pegawai JNE pada Sabtu (4/8).

Pasca penangkapan itu, Kepala BNN Maluku, Brigjen Rusno Pri­hardito, yang dikonfirmasi, memban­tah  penangkapan itu.

“Informasi itu tidak benar, saya sudah lapor ke kapolda dan pimpi­nan BNN,” katanya singkat.

Sedangkan Direktur Resnar­koba Polda Maluku, Kombes Thein Tabero yang dihubungi, teleponnya tidak aktif.

Dukung Proses Hukum

Ketua DPRD Provinsi Maluku Edwin Adrian Huwae mendukung proses hukum terhadap oknum-oknum anggota polisi maupun warga masyarakat yang terlibat narkoba.

“Kami dukung proses hukum ter­hadap oknum anggota polisi, agar ada efek jera,” tandas Huwae ke­pada Si­walima di Baileo Rakyat DPRD Pro­vinsi Maluku, Karpan, Kamis (9/8)

Huwae menyesalkan ada oknum polisi bermain narkoba, terlebih lagi dilakukan di rumah dinas Kepala BNN. Ini menciderai ins­titusi BNN.

“Kok ada oknum polisi yang terlibat dalam penggunaan narkoba, apalagi ini kan di rumah dinas kepala BNN, tentu kita sangat sesalkan,” ujarnya

Minta Copot

Anggota DPRD Maluku Herman Hattu meminta Kepala BNN Pro­vinsi Maluku, Brigjen Rusno Prihardito dicopot.

“Saya minta Kepala BNN Maluku dicopot saja dari jabatannya,” tan­das Hattu saat dikonfirmasi Siwa­lima melalui telepon seluler, Kamis (9/8)

Hattu meminta Kapolda tidak segan-segan menindak tegas ok­num-oknum yang bermain dalam kasus ini, karena diduga narkoba tumbuh subur di Maluku karena ada bekingan.

“Kalau tidak ditindak maka pere­daran narkoba di Maluku tidak baka­lan ditumpas,” tandasnya.

(S-44/S-27)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon