Daerah ›› Oersipuny: Pemerintah Harus Segera Cari Solusi Dermaga Ferry Dobo Terbengkalai

Oersipuny: Pemerintah Harus Segera Cari Solusi


Ambon - Anggota DPRD Maluku Temmy Oersipuny mendesak Pemprov Maluku untuk segera mencari solusi menyusul terbengkalainya pembangunan Dermaga Ferry Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru.

 “Pemerintah harus segera mencari solusi penyelesaian atas dermaga tersebut. Sebenarnya pembangunan dermaga ferry tersebut mubazir karena daerah yang sekarang adalah dermaga itu, awalnya harus dilakukan survei karena daerah itu adalah daerah lumpur,” tandas Oersipuny kepada Siwalima di Ambon, Senin (10/3).

Wakil rakyat asal dapil Maluku 6 (Aru, Malra dan Tual) ini menyayangkan pembangunan dermaga yang telah menghabiskan anggaran Rp 7 milyar namun tidak dapat digunakan melayani kebutuhan warga.

“Jika sejak awal dilakukan survei oleh Dinas Perhubungan Maluku dan ada koordinasi dengan Kementerian Perhubungan, maka otomatis pembangunannya tidak akan mubazir dan bisa difungsikan,” jelasnya

Menurut Oersipuny, adanya pengusulan permintaan penambahan armada ferry ke pemerintah pusat merupakan solusi yang tepat, tetapi mesti diawali dengan harus difungsikannya dermaga supaya anggaran tidak terbuang lagi percuma.

“Untuk menjawab rentang kendali, dermaga ferry harus kembali difungsikan. Entah mencari  tempat yang baru atau memperbaiki yang sudah ada. Supaya bisa menjawab kebutuhan masyarakat di Kepulauan Aru,” tambahnya

Sebelumnya diberitakan, kendati sudah menghabiskan anggaran Rp 7 milyar lebih, namun dermaga Ferry Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru namun hingga kini tidak dapat difungsikan.

Proyek yang menghabiskan anggaran yang digelontorkan dari dari APBN tahun anggaran 2004 tersebut kini mubazir.

Proyek ini mulai dikerjakan sejak tahun 2004 saat Kabupaten Aru dipimpin Caretaker Bupati Jopie Patty dan baru selesai dikerjakan pada tahun 2009 serta diresmikan oleh Bupati (Alm) Theddy Tengko.

Dermaga yang begitu mewah itu dibangun saat Kadis Perhubungan Provinsi Maluku dijabat (Alm) Ali Pellu. Dermaga dilengkapi sejumlah infrastruktur pendukung seperti kantor, 4 unit rumah dinas, 1 unit menara suar kini bagaikan kawasan kumuh, akibat fasilitas-fasilitas tersebut justru telah rusak.

Fasilitas tersebut juga tidak bisa difungsikan karena kedalaman airnya sangat dangkal, akibat terjadinya endapan lumpur. Areal dimaksud merupakan jalur arus endapan lumpur dari Pulau Wokam.

Beberapa kali sudah dilakukan pengerukan endapan lumpur tersebut saat Kadis Perhubungan Aru dijabat Jemy Anggrek pada tahun 2004-2011, namun tetap saja hingga kini tidak bisa digunakan.

Bahkan dermaga tersebut dialihfungsikan sebagai pasar tradisional ketika pemerintahan Kabupaten Kepulauan Aru dipimpin oleh Plt Bupati Umar Djabumona dan hal itu telah berlangsung hampir tiga tahun lamanya.(Cr-1)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon