Daerah ›› Ngotot Pertahankan Ambon-Darwin Yacht Race

Ngotot Pertahankan Ambon-Darwin Yacht Race


Ambon - Walaupun dikritik DPRD Kota Ambon, pemkot tetap ngotot tak mau hentikan pelaksanaan event Spice Is­land Darwin-Ambon Yacht Race (SIDAYAR). Wakil Wa­likota Ambon, Syarief Ha­dler mengatakan, kegiatan ter­sebut merupakan salah satu kegiatan silaturahmi antara Kota Darwin dan Kota Ambon.

Kerja sama Darwin - Ambon telah terjalin selama 30 tahun yang disebut sister city, dimana manfaatnya cukup besar bagi hubungan bilateral kedua negara maupun dua kota bersaudara.

Sedangkan kerja sama tahunan SIDAYR juga terus dilaksanakan dengan dukungan dari Kementerian Pariwisata, Kementerian Pemuda dan Olahraga serta Kemenko Maritim.

“Selama 30 tahun hubungan ini dibangun dalam bidang ekonomi, sosial, budaya serta pendidikan, kedepan akan terus dikembangkan di bidang lainnya. Dan pelaksanaan perahu layar ini, merupakan salah satu silaturahmi dan juga dengan pelaksanaan ini kita bisa menjual pariwisata di Kota Ambon,” jelas Hadler kepada wartawan di Balai Kota Ambon, Senin (12/8).

Dikatakan, dampak kerja sama kota kembar yang terjalin erat dan harmonis membawa Darwin sebagai kota terbaik dalam kerja sama luar negeri Pemerintah Federal Australia.

Sebaliknya Kota Ambon juga terbantu melalui kerja sama ini, kare­na hingga saat ini tidak terhitung berapa banyak siswa dan guru yang meng­iku­ti program pertukaran siswa dan guru.

“Pertukaran guru dan siswa terus berlajut hingga saat ini, program ini tentu menambah wawasan pengeta­hun dan memotivasi guru dan siswa untuk menatap masa depan yang lebih cerah,” ujar Syarif.

Dijelaskan, penurunan peserta SIDAYAR dikarenakan beberapa faktor yakni lesunya perekonomian global dan maraknya kegiatan lomba perahu layar yang digelar provinsi dan kabupaten kota lainnya, se­hingga banyak yang mengikuti di daerah lain.

“Daerah lain mempunyai event serupa tetapi SIDAYR merupakan lomba yang mempunyai nilai historis yang panjang sejak perang dunia kedua,” kata Hadler.

Ditanya soal penolakan DPRD Kota Ambon yerhadap even ini, Hadler menandaskan aneh DPRD me­nolak even tahunan itu. Padahal DPRD Kota Ambon juga ikut be­rang­kat ke Australia bersama de­ngan rombongan. Jika berangkat artinya DPRD juga ikut mendukung.

Tak Bermanfaat

Sebelumnya diberitakan, pelak­sa­naan event SIDAYAR harus dihenti­kan, karena hanya menguras ang­garan daerah dan tidak menghasil­kan sesuatu yang berguna bagi Pemerintah Kota Ambon.

Selama ini event tersebut kerap dijadikan momentum untuk jalan-jalan alias “baronda” sejumlah peja­bat Pemkot Ambon. Menyikapi hal itu, anggota DPRD Kota Ambon, Ali Ohorella meminta untuk even ini dihentikan dan anggarannya dialih­kan untuk kegiatan lain yang mam­pu memberikan kontribusi bagi daerah.

“Setiap tahun anggaran dikeluar­kan pemerintah cukup besar meng­gelar event ini. Belum lagi banyak pejabat dan sponsor yang diboyong ke Darwin untuk acara seremoni pembukaan, namun setiap tahun jumlah peserta perahu layar justru berkurang. Kita minta event ini dihen­tikan dan anggaran itu dialih­kan untuk kegiatan lain yang lebih menyentuh ke masyarakat,” ujar Ohorella kepada Siwalima di Ambon, Jumat (9/8).

Ohorella yang juga Sekretaris Fraksi PAN DPRD Kota Ambon ini mengatakan, apa yang disampaikan Pemkot Ambon even SIDAYAR men­dongkrak pariwisata di Ambon tidak benar.

“Uang sudah dikeluarkan cukup banyak tetapi event ini tidak men­dongkrat pariwisata, kenapa harus dipertahankan,” tanya Ohorella. Anggota Komisi I DPRD Kota Ambon ini menghimbau pemkot sebaik­nya anggaran dari event ini diguna­kan untuk kegiatan lain yang me­nyentuh masyarakat dan memberi­kan manfaat.

Olehnya ia mengusulkan pemkot setiap tahun harus membuat evalua­si kenapa jumlah peserta setiap ta­hun terus menurun. (S-40)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon