Kesra ›› Neraca Perdagangan Maluku Alami Defisit

Neraca Perdagangan Maluku Alami Defisit


Ambon - Badan Pusat Statistik Maluku mencatat neraca perdagangan luar negeri Provinsi Maluku pada September 2017 mengalami defisit sebesar US$ 6,53 juta. Pada periode ini Maluku melakukan kegiatan ekspor senilai US$ 14,79 juta dan nilai impornya mencapai US$ 21,32 juta.

Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Maluku Dumangar Hutauruk kepada Siwalima di Ambon, Kamis (9/11) mengaku, hal ini dapat diartikan bahwa neraca perdagangan luar negeri Maluku mengalami defisit sekitar US$ 6,53 juta.

Bahkan selama tahun 2016 Maluku hampir selalu mengalami defisit kecuali bulan Mei 2016, hal ini dikarenakan tingginya impor barang. Pada 2017 kembali terjadi defisit selama periode Januari-Maret dan surplus pada April 2017 dan kembali defisit sampai bulan September ini.

“Secara kumulatif, ekspor Maluku pada sektor migas belum mampu mengimbangi besarnya impor migas,” ujarnya.

Dijelaskan, tercatat ekspor migas Maluku selama Januari-Desember 2016 hanya mencapai US$ 47,89 juta dan pada 2017 baru di bulan April dan September ini Maluku melakukan ekspor migas sedangkan impor migas 2016 sudah mencapai US$ 191,53 juta dan ditambah pada Januari-September 2017 yang mencapai US$ 214,23 juta.

Hal berbeda terjadi pada volume perdagangan luar negeri, pada September 2017 terjadi surplus sebesar 12,15 ribu ton, hal ini disebabkan harga minyak yang dimpor cenderung lebih tinggi dibandingkan harga minyak mentah yang diekspor. Pada September 2017 realisasi kegiatan ekspor Provinsi Maluku sudah mulai terjadi peningkatan dimana nilai ekspor mencapai US$ 14,79 juta.

“Sedangkan kegiatan impor bulan September 2017 dengan nilai mencapai US$ 21,32 juta  atau turun sekitar 30,29% bila dibandingkan nilai impor Agustus 2017 yang mencapai US$ 30,58 juta,” rincinya. (S-40)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon