Kesra ›› Neraca Perdagangan Luar Negeri Maluku Alami Defisit

Neraca Perdagangan Luar Negeri Maluku Alami Defisit


Ambon - Neraca perdagangan luar negeri Provinsi Maluku pada periode bulan Agustus mengalami defisit sebesar US$ 30,59 juta.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Dumangar Hutahuruk menjelaskan, pada bulan Agustus 2017 Maluku hanya melakukan kegiatan ekspor senilai US$ 3,38 ribu dan melakukan kegiatan impor senilai US$ 30,59 juta. Hal ini dapat diartikan bahwa Maluku mengalami defisit sekitar US$ 30,59 juta pada neraca perdagangan luar negeri.

“Selama tahun 2016-2017, neraca perdagangan Provinsi Maluku hampir selalu mengalami defisit, kecuali pada bulan Mei tidak mengalami defisit,” jelas Hutahuruk   kepada Siwalima melalui telepon selulernya, Senin (9/10).

Maluku tidak alami defisit pada bulan Mei tahun 2016 kata dia, dikarenakan impor barang dari luar negeri cukup tinggi, sementara di tahun ini Maluku justru terus mengalami defisit. pada tahun 2017 kembali terjadi defisit selama Januari-Maret dan terjadi surplus pada bulan April 2017 yang lalu dan kembali defisit sampai Agustus ini.

Secara kumulatif, ekspor Maluku pada sektor migas belum mampu mengimbangi besarnya impor migas dari luar negeri. Tercatat ekspor migas Maluku selama Januari-Desember 2016 hanya mencapai US$ 47,89 juta dan pada tahun 2017 baru pada bulan April ini Maluku melakukan eskpor migas sedangkan impor migas dari luar negeri pada tahun 2016 sudah mencapai US$ 191,53 juta, ditambah pada Januari-Agustus 2017 mencapai US$ 192,81juta.

“Ekspor Maluku pada Agustus 2017 mencapai US$ 3,38 ribu. Hal ini berbeda dengan keadaan Juli 2017 yakni Maluku tidak lakukan ekspor ke luar negeri,” ungkapnya.

Menurutnya, pada Agustus 2016 Maluku juga melakukan eskpor sebesar US$ 1,86 ribu, secara kumulatif nilai ekspor Maluku Januari-Agustus 2017 mencapai US$ 18,51 juta atau turun 33,86 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2016.

Selama Januari-Agustus 2017 negara tujuan ekspor Maluku adalah Malaysia, Hongkong, Amerika Serikat, Thailand, Kenya, Sri Lanka, dan Timor Leste. Ekspor terbesar menuju Malaysia dengan nilai US$ 17,61 juta sementara ekspor ke Timor Leste merupakan kegiatan perdagangan lintas batas laut antar negara. Total nilai ekspor komoditi asal Maluku yang di ekspor dari pelabuhan luar Maluku pada Agustus 2017 mencapai US$ 5,53 juta atau meningkat 112,58 persen dibanding Juli 2017.

“Secara kumulatif nilai ekspor komoditi asal Maluku yang di ekspor dari pelabuhan luar Maluku pada Januari-Agustus 2017 mencapai US$ 32,15 juta atau meningkat 111,86 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2016,” bebernya. (S-40)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon