Politik ›› MK dan Sitti Rebutan Partai Pendukung Jelang Pilkada SBT

MK dan Sitti Rebutan Partai Pendukung


Ambon - Dua calon bupati Mukti Keliobas (MK) dan Sitti Suru­waky saat ini terus berebutan partai pendukung untuk dicalonkan pada pil­kada kabupaten tersebut. Tampilnya MK dan Sitti tentunya mem­buat persaingan pilkada SBT bakal berlangsung seru.

Beberapa hari lalu, MK telah direko­men­dasikan oleh Partai Gerindra. Kini keduanya berebutan dukungan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pem­bangunan (PPP) dan Partai Nasdem.

Sejumlah kalangan awalnya mem­prediksi PKB akan mengusung Sitti sebagai calon Bupati SBT, namun PKB justru juga memberi signal belum pasti mengusung Sitti. Justru MK juga berpeluang diusung.

DPP PKB bahkan baru akan melakukan tahapan fit and proper test kepada para bakal calon bupati SBT maupun dua kabupaten lainnya yaitu Kepulauan Aru dan Bursel.

Kepada Siwalima melalui telepon seluler, Senin (27/4), Ketua DPW PKB Maluku Basri Damis, mengaku selain Sitti, terdapat juga nama MK yang ikut dalam bursa balon yang bakal diusung oleh PKB.

“Ada empat nama yang mendaftar dan masuk dalam bursa calon bupati dan wakil bupati yang bakal di­usung PKB yaitu MK, Taslim Tuhu­teru, Nuzul Rumain dan Sitti  Suruwaky. Nantinya mereka dalam pekan akan mengikuti fit and proper test  oleh DPP PKB di Jakarta,” ungkapnya.

Damis menjelaskan ada empat parameter yang digunakan PKB untuk menetapkan pasangan calon bupati dan wakil bupati yang akan diusung pada pilkada yaitu hasil dari desk pilkada di kabupaten, fit and proper test, survei elektabilitas serta hal-hal strategis sesuai kepentingan partai.

“PKB tidak mengutamakan kader partai namun pertimbangan DPP untuk memberikan rekomendasi mengacu pada empat parameter tersebut,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan, walau­pun ada survei tingkat elektabilitas sejumlah kandidat bupati maupun wakil bupati SBT yang dilakukan be­berapa lembaga survei independen, namun PKB memiliki pertimbangan tersendiri dalam menetapkan rekomendasi dukungan pencalonan calon kepala daerah.

Rekomendasi PPP

Bukan hanya PKB, namun MK dan Sitti juga bersaing meraih rekomendasi dukungan dari PPP. Informasi yang diperoleh Siwalima, menyebutkan MK dan Sitti juga mendaftar di PPP.

Kendati demikian, Ketua DPW PPP Maluku Syarif Hadler yang dikonfirmasi Siwalima di Baileo Rakyat Karang Panjang, Ambon, Senin (27/4) mengaku proses pen­daftaran yang sudah selesai namun hasilnya berapa yang mendaftar belum diketahui karena belum ada laporan resmi dari DPD.

“DPD juga nantinya akan mela­kukan survei setelah penjaringan untuk elektabilitas masing-masing calon yang mendaftar. Nantinya dari hasil penjaringan itu akan dimus­yawarahkan DPD menjadi tiga nama kemudian tiga nama itu akan dikirim ke DPW. DPW kemudian akan me­musyawarahkan tiga nama itu menjadi dua lalu disampaikan ke DPP untuk akhirnya mereka dapat  memberi rekomendasi kepada satu pasangan calon bupati dan wakil bupati,” jelasnya.

Hadler menambahkan, jika ada kader yang mendaftar maka PPP akan lebih condong untuk memberi rekomendasi kepada mereka tentu­nya dengan syarat-syarat yang diatur dalam juknis oleh DPP PPP.

Rebutan Nasdem

Persaingan MK dan Sitti untuk meraih rekomendasi juga terjadi di Partai Nasdem. Bursa bakal calon bupati yang mendaftar di Partai Nasdem yaitu MK, Sitti, Idris Rumalutur, M Fatani Sohilauw dan Taslim Tuhuteru.

Dipastikan persaingan bakal seru, apalagi Koordinator Bidang Penja­ringan DPW Partai Nasdem Maluku, Henny Matruty kepada Siwalima melalui telepon selulernya, Senin, (20/4) menegaskan pemberian reko­mendasi Nasdem semuanya berda­sarkan survei dan bukan hanya mengacu pada status incumbent.

“Sampai sekarang, partai sementara dalam tahap survei dan DPP belum terima hasilnya. Penetapan rekomen­dasi bukan karena mereka incumbent  melainkan murni berdasarkan hasil survei dari tim DPP,” ujarnya

Dikatakan, beberapa kalangan menilai incumbent berpeluang besar memperoleh rekomendasi karena masih memegang kepemimpinan dan dikenal banyak orang. “Namun itu tidak selamanya menjamin nantinya incumbent unggul dalam hasil survei karena partai punya kriteria tersendiri dalam melakukan survey,” katanya.

Matruty menjelaskan pelaksanaan survei sekarang merupakan survei awal yang dilakukan dan kemung­kinan akan berlangsung hingga 1 Mei mendatang karena tim survei lang­sung turun ke empat kabupaten di Maluku. “Nantinya keputusan memberi rekomendasi ada di tangan DPP Nasdem, yang juga memper­timbangkan rekomendasi Korwil Nasdem Maluku, Nono Sampono,” jelasnya. (S-42)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon