Visi ›› Misterius Pelaku Pembunuhan

Misterius Pelaku Pembunuhan


Tingkat Kriminalitas di Kota Ambon sejak tahun 2013 lalu hingga 2014 ini cenderung terus meningkat. Namun anehnya dari berbagai kasus pembunuhan yang terjadi, belum ada satupun pelaku yang berhasil diungkap Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease.  

Sejumlah kasus pembunuhan yang terjadi tahun 2013 yang sampai saat ini yang pelakunya masih misterius diantaranya, pembunuhan di kawasan RRI, kasus penikaman  terhadap Renol (21), penjual obat tradisional yang sehari-harinya beraktivitas di Terminal A Mardika, kasus pembunuhan warga Kudamati, Turlely di Terminal Mardika, kasus tewasnya Rajak Malawat (45) kasus tewasnya Rakid Tomo, Rivanldo Petta, kasus penembakan terhadap Agustinus Belyaki, warga Lorong SPK dan kasus pembacokan warga Tuhaha dan kasus pembunuhan terhadap Hilda Nathalia Leuwil di Desa Liang.

Berbagai desakan dari sejumlah elemen masyarakat baik organisasi kepemudaan hingga anggota DPRD Kota Ambon terus mendesak Kapolres, AKBP I Dewa Putu Alit Bintang Juliana dan jajarannya mengungkapkan pelaku-pelaku pembunuhan namun belum juga berhasil

Kendati Kapolres berjanji akan berusaha maksimal mengungkapkan berbagai kasus pembunuhan tersebut, namun sayangnya janji tersebut belum mampu direalisasi.

Masih misterius pelaku pembunuhan atas sejumlah kasus tersebut mengambarkan, bentuk ketidakmampuan polisi memberikan rasa nyaman dan aman bagi masyarakat serta rasa kepastian hukum dan kepercayaan masyarakat terhadap aparat kepolisian ini.

Polisi yang bertugas bukan saja mengayomi masyarakat tetapi juga melindungi masyarakat justru kurang mampu bertindak dan berperan secara baik dalam mengangungkapkan berbagai kasus-kasus tersebut.

Masyarakat tidak butuh sekedar janji semata, tetapi sebuah tindakan nyata untuk mengungkapkan pelaku dibalik setiap tindakan-tindakan kriminalitas yang terjadi, dan bukan sebaliknya membiarkan tindakan kejahatan tersebut terus merajalela di Kota Ambon ini.

Mengungkapkan pelaku dalam berbagai kasus tersebut memang harus diakui tidak semudah membalik telapak tangan, tetapi tidak ada alasan bahwa polisi tidak mampu, karena aparat kepolisian sangat banyak dan fungsi intelejen yang harus lebih banyak diperankan.

Kapolda Maluku bersama jajarannya sudah harus mencari jalan keluar atas berbagai kasus-kasus tersebut. Tindakan kejahatan yang dilakukan oleh pelaku yang namanya OTK harus dihentikan, harus diungkapkan dan dijeblos ke penjara, sehingga menjadi efek jera.

Fungsikan intelejen merupakan langkah yang tepat dalam meminimalisir setiap tindakan kriminalitas yang akan terjadi sekaligus memfungsikan pos-pos pengamanan, Perketat pengamanan penting, tetapi pengamanan itu juga ditingkatkan dengan peran aparat dibagian intelejen sekaligus melakukan kerjasama dengan pemerintah, sehingga tindakan kriminalitas yang terjadi dapat diminimalisir dengan baik.(*)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon