Hukum ›› Merasa Diatur Sekda Malra, Aspidsus Geram Korupsi Proyek Pembangunan Kantor DKP Malra

Merasa Diatur Sekda Malra, Aspidsus Geram


Ambon - Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku, M. Natsir Hamzah geram dengan permintaan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), Petrus Beruatwarin.

Kegeraman tersebut menyusul permintaan Beruatwarin agar Korps Adhyakasa ini juga memeriksa Bupati Malra Andre Rentanubun dan mantan Bupati Malra Herman Adrian Koedoeboen,  terkait dugaan korupsi dalam proyek pembangunan Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) kabupaten setempat tahun 2006.

Aspidsus geram, karena merasa diatur oleh Beruatwarin. Selaku penyidik, kata Aspidsus, pihaknya tahu dan paham tentang proses penyelidikan dan penyidikan, dan siapa-siapa yang harus diperiksa. Karena itu, Beruatwarin tak perlu mengatur kerja jaksa.

“Kuping saya sudah panas, sampai telinga saya sudah merah ini. Ngomong silahkan. Suruh dia (Beruatwarin) jadi jaksa saja. Kalau mau minta-minta periksa ini dan itu jadi jaksa saja. Kita ini tahu prosesnya,” tandas Aspidsus dengan geram kepada sejumlah wartawan di Kantor Kejati Maluku, Kamis (30/6).

Untuk diketahui, permintaan agar Bupati Malra, Andre Rentanubun dan mantan Bupati Malra, Herman Adrian Koedoeboen diperiksa oleh Kejati Maluku, disampaikan Beruatwarin kepada wartawan di Ambon, Senin (27/6).

“Mantan Bupati Malra Herman Koedoeboen, dan bila perlu Bupati yang sekarang juga harus diperiksa, selian itu konsulan pembanding  yang digunakan bupati, Direksi DKP yang sat ini disebut PPTK, Sekretaris panita lelang  tahun 2006, karena mereka ini merupakan saksi kunci dalam kasus ini,” tandas Beruatwarin.

Beruatwarin yang adalah mantan Kepala DKP Kabupaten Malra menegaskan hal ini, menyusul penetapan dua orang tersangka dugaan korupsi dalam proyek pembangunan Kantor DKP Kabupaten Malra Tahun 2006 oleh Kejati Maluku pada Kamis (23/6).

Kedua tersangka yang ditetapkan adalah rekanan dan pejabat pada DKP Malra berinisial LT dan PB.

Menurut Beruatwarin, inisial PB yang dimaksudkan oleh kejati adalah dirinya. Sedangkan LT adalah Levinus Tunggal, Direktur PT. Beringin Graha Sejahtera.  

Aspidsus menegaskan, kasus ini sudah dalam tahap penyidikan dan proses pemeriksaan siapa-siapa yang diduga berkaitan dalam kasus tersebut, telah diketahui dan dipahami oleh penyidik.

Selaku tersangka, Aspidsus mengingatkan Beruatwarin, untuk tidak berkoar-koar di media massa.

“Saya saja tidak kenal itu si Andre Rentanubun, emangnya gue pikirin. Kita akan segera agendakan pemeriksaan tersangka secepatnya,” tegas Aspidsus.

Aspidsus juga mengaku, polemik terhadap kasus ini juga mencuat, melainkan di kabupaten Malra. Namun pihaknya tak menghiraukannya. Prinsipnya, siapapun yang terlibat akan diperiksa. (S-27)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon