Visi ›› Menunggu Realisasi Janji Kementan

Menunggu Realisasi Janji Kementan


Kementerian Pertanian (Kementan) mengaku optimis akan mengembalikan kualitas rempah-rempah Maluku terutama buah Pala, yang sempat dikenal sejak masa penjajahan dulu.

Menurut Direktur Perlindungan Perkembunan pada Ditjen Perkebunan Kementan, Dudi Gunadi, Kementan mencoba untuk mengembalikan mutu pala Banda, dengan cara memberikan pendampingan kepada masyarakat atau pekebun yang melakukan budi daya perkebunan pala.

Sektor perdagangan rempah sangat berpotensi dalam pengembangan socio-ekonomi masyarakat Maluku. Namun sayangnya, masih mengalami kendala khususnya dalam proses pengembangan.

Faktor-faktor kendala dimaksud yakni, kurang adanya perbedaan harga dari pedagang bagi pala berkualitas, minimnya insentif untuk menaikan kuliatas rempah, kurangnya akses akan informasi harga pasar rempah, keterbatasan jumlah dan masalah jarak pembeli rempah yang sangat jauh dari para petani yang bertendensi monopoli harga, mengakibatkan lambannya perbaikan kesejahteraan petani pala di Maluku.

Berdasarkan statistik Kementan Tahun 2016, Maluku menghasilkan 4.582 ton pala. Produksi tersebut dihasilkan dari perkebunan rakyat seluas 30.580 ha. Dengan jumlah petani 28.314 orang yang mengantungkan hidup pada komoditas pala.

Harus diakui, Maluku sebagai salah satu pulau penghasil rempah-rempah terutama untuk produksi belum mendapatkan perhatian serius dari pemerintah. Padahal iklim, cuaca, dan keadaan tanah beserta torehan sejarah, telah membuat cengkih dan pala Maluku dikenal luas, berkontribusi terhadap ekspor rempah Indonesia, karena itu janji Kementan harus segera direalisasi, sehingga ada upaya peningkatkan kesejahteraan petani pala.

Para petani di Maluku tentu saja membutuhkan campur tangan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya, agar pada akhirnya Maluku kedepannya bisa menyumbangkan lagi kontribusi yang besar untuk mendukung pasokan pala di Indonesia, tetapi kesejahteraan petani pala juga menjadi meningkat.

Selain itu, lebih banyak lagi pedagang rempah khususnya untuk pala yang muncul sehingga persaingan harga dapat tercipta, monopoli dapat diminimalisir, dan semberikan insentif besar bagi petani untuk terus meningkatkan kuantitas dan kualitas pala, yang pada akhirnya akan menguntungkan para petani serta pelaku usaha lainnya di bidang rempah.

Keseimbangan itu yang harus dijaga, sehingga pala di Maluku menjadi berkualitas, semakin berikan kontribusi bagi negara tetapi juga kesejahteraan menjadi terjamin. (*)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon