Olahraga ›› Menpora Dorong PPLP Maluku Jadi Sekolah Olahraga

Menpora Dorong PPLP Maluku Jadi Sekolah Olahraga


Ambon - Setelah melihat anak-anak binaan Pusat Pendi­dikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Ma­luku saat meng­un­jungi Sta­dion Mandala, Karang Pan­jang Ambon, Selasa (28/2), Menpora Imam Nahrawi ke­mudian mendorong agar PP­LP Ma­luku kedepannya bisa men­jadi sekolah olahraga.

Ia melihat, potensi pese­pak bola sangat besar di PPLP Maluku, dan pemerintah pusat siap mendukung pembiayaan bagi PPLP.

“Pengembangan PPLP bagus kedepannya harus jadi sekolah olahraga ini, tidak cukup PPLP kita akan dorong untuk jadi Sekolah Olahraga harus diseleksi,” kata Menpora usai meninjau Stadion Mandala Remaja Karang Panjang.

Menpora ingin melihat bagaimana keadaan anak-anak Maluku yang dibina oleh PPLP, dan apakah ca­bang-cabang prioritas sudah sesuai dengan standar yang ditentukan Kemenpora. Bahkan ia ingin melihat gizi dan pelatihan juga baik ataukah tidak.

Dengan potensi yang dimiliki oleh PPLP Maluku yang sangat bagus, ia pun berharap agar saat seleksi tim­nas sepak bola nantinya, pelatih da­pat menilai PPLP Maluku sekaligus menyeleksi anak-anak Maluku.

“Timnasnya akan diseleksi, untuk Kemenpora, kita punya liga pelajar U-14, U-16 dan semua data sudah diserahkan ke masing-masing pela­tih. Silahkan pelatih melihat sumber daya di lapangan, termasuk disini. Karena disini potensinya sangat bagus sekali,” ungkapnya.

Dikatakan, sumber daya disini sangat luar biasa, karena anak-anak di PPLP Maluku berlatih, berfikir dan belajar tentang teknik pengetahuan sepak bola.

Olehnya itu, Menpora menyaran­kan, agar anak-anak muda di Maluku dapat memanfaatkan dengan sebaik mungkin PPLP Maluku.

“Semoga dapat dimanfaatkan PPLP Maluku ini sebaik mungkin, di dalam konteks pembiayaan pemerin­tah akan berikan            suport. Timnas perlu untuk datang lihat mereka bermain,” ujarnya.

Sementara itu, terkait dengan janji Menpora yang ia ucapkan tahun lalu saat meninjau PPLP Februari 2016, Imam pernah menjanjikan wisma untuk anak-anak binaan PPLP Maluku. Dan hingga saat ini masih diproses.

“Untuk wisma PPLP sudah berpro­ses, prosesnya seperti apa tentu dinas yang tahu pasti ada hal-hal administratif yang harus diselesaikan. Hal-hal seperti itu kan harus clear teknisnya dulu,” tandas Menpora.

Bukan hanya janji untuk wisma PPLP, Imam juga menjanjikan untuk merenovasi stadiun Mandala, namun menurutnya pengajuan dari Dinas Pemuda dan Olahraga Maluku masih dipelajari, bahkan Imam menegaskan dirinya tidak berjanji untuk merenovasi stadiun tersebut.

“Renovasi Stadion Mandala Remaja saya tidak berjanji, tetapi itu pengajuan tentunya akan kami pelajari. Karena tidak cukup APBN untuk membiayai semua permintaan di Indonesia. Maka itu kita lihat mana yang prioritas. Yang kita prioritaskan waktu itu kan Tulehu, tetapi rupanya ada masalah hukum yang belum selesai, itu yang sedang kami tunggu. Kalau infrastruktur yang lain tentunya akan kami laku­kan bantuan yang rasional mana yang jadi prioritas, cabang olahraga apa yang menjadi unggulan, disitu akan kita maksimalkan,” tambahnya.

Relawan

Sementara itu, saat menjadi pem­bicara pada Temu Raya dan Perke­mahan Nasional Pemuda Mahasiswa Gereja Protestan Indonesia, di Bumi Perkemahan Air Louw, Selasa (28/2) Menpora mengajak pemuda pemudi di Maluku untuk turut terlibat men­jadi foluntir Asian Games 2018 nanti.

Kementerian Pemuda dan Olah­raga, sejak November 2017 menda­tang akan membuka pendaftaran bagi 35 ribu pemuda pemudi yang siap menjadi relawan.

“Ada peluang bagi teman-teman disitu, setidaknya menjadi relawan. Kita ingin mengawal dan mendam­pingi tamu-tamu kita dari Asia bah­kan seluruh dunia nanti. Kita butuhkan kurang lebih 35 ribu rela­wan,” katanya.

Menurutnya, pendaftaran akan dibuka 2 November 2017 lewat web­site yang telah disiapkan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga. Ia meminta agar para pemuda dapat terlibat.

“Terhitung 2 November nanti kami akan buka nanti dari website,  portal dari panitia asean games, dan ikutlah dan kita akan menjadi bagian terpenting dari ASEAN games, kalau berhasil Indonesia        akan menjadi tuan rumah Olimpiade yang akan datang,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, walaupun Ambon bu­kan menjadi tuan rumah Asian Games, tetapi, ia meminta seluruh kom­ponen pemuda dapat terlibat dalam mensukseskan kegiatan tersebut.

“Saya mengajak kita semua, 2018 Indonesia menjadi tuan rumah Asean Games. Walaupun tempatnya di Palembang dan Jakarta, tetapi saya mengajak kita, ayo kita terlibat dalam momentum bersejarah ini,” ajaknya.  (S-43)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon