Daerah ›› Mengembangkan Unidar Ditengah Keterbatasan Sosok Pekan Ini

Mengembangkan Unidar Ditengah Keterbatasan


Ditengah keterbatasan infrastruktur maupun keterbatasan lainnya, Universitas Darusalam  Ambon terus berbenah. Komitmen ini terus dipegang Rektor Unidar Dr. Ir.Muhammad Riadh Uluputty,MP untuk tetap memajukan universitas yang dipimpinnya setara dan berkembang dengan universitas-universitas lain. Lalu bagaimana upaya yang dilakukan untuk mewujudkan hal itu. Berikut nukilan wawancara wartawan Siwalima, Delsy Muskitta dengan pria kelahiran Namlea 29 September 1961 ini di ruang kerjanya, beberapa hari lalu.

Sudah berapa anda memimpin Unidar?

Saya menjabat sebagai Rektor Unidar sejak 12 juli 2017. Dan saat itulah, komitmen sudah ada untuk pengembangan universitas ini kedepan.

Karier anda sebelum menjabat Rektor Unidar?

Saya pernah menjabat sebagai ketua lembaga penelitian dan pengabdian masyarakat (LPPM) Universitas Iqra Buru tahun 2006-2009, Plt Wakil Rektor I bidang Akademik Universitas Iqra Buru, Wakil Rektor I Universitas Iqra Buru September 2009-November 2011, Plt Rektor Universitas Iqra Buru, Plt Dekan Fakultas Pertanian dan Kehutanan Universitas Iqra Buru, Wakil Rektor I bidang akademik Unpatti 6 Februari 2013-6 Februari 2017, penjabat Dekan Fakul­tas Ekonomi dan Bisnis Unpatti.

Bagaimana komitmen an­da untuk membangun Uni­dar?

Sudah tentu kita pertama itu membangun dan mengem­bangkan dari infrastruktur, akademi, multi media di kelas, kemudian pengembangan un­tuk perpustakaan dan lain­nya. Semua ini akan diupa­yakan dan dilakukan terobo­san untuk kemajuan Unidar kedepan. Ini juga dalam ra­ngka pembelajaran agar ber­jalan dengan baik.

Adakah pengalaman yang bisa dipakai untuk memba­ngun Unidar?

Ada sejumlah pengalaman kerja mulai dari mengikuti pelatihan kepemimpinan aka­de­mik di Northampton University Inggris, seminal inter­nasional tentang perkemba­ngan Ekonomi Asean di National University Of Singa­pura, studi banding di Kyoto University Jepang dan inislasi ker­jasama pendidikan dan pene­litian antara Unpatti de­ngan Technicche Univer­sitaet Dres­den dan Univer­sitaet Bayreuth di Berlin Jerman Timur.

Lalu apa yang mendorong and untuk  mengembangkan budaya akademik?

Pengembangan budaya aka­demik yang baik sangat erat kaitannya dengan peni­ngkatan mutu  sumber daya manusia civitas akademika, dan sumber daya  pendukung lainnya. Selain itu pelaksa­naan adminitrasif di perguruan tinggi menjadi  suatu unsur yang harus diperhatikan ke­beradaannya guna mendu­kung dan memperlancar  un­sur-unsur  lain  yang ada di per­guruan tinggi.

Bagaimana  menjadikan­nya sebagai budaya di Uni­dar?

Budaya akademik  yang berkarakter baru bisa  ber­kem­bang, kalau perguruan tinggi  mampu memfasilitasi dalam bentuk program dan kegiatan akademik yang berkesinam­bungan. Setiap insan dosen terbuka  peluangnya untuk me­­ngembangkan  potensi diri­nya tanpa ketat “dikung­kung” aturan birokrasi dan bahkan oleh ketidakadilan dan  kekurang perhatian dari “se­niornya”. Olehnya itu bu­daya akademik  harus memiliki karakter bahwa mencari dan mengembangkan ilmu penge­tahuan itu adalah manifestasi  dari  ibadah seseorang. Disi­tulah  kental ciri budaya aka­de­mik yang berkatakter iba­dah  bahwa “Ilmu alamiah, amal ilmiah”.

Lalu bagaimana SDM di Unidar?

Saat ini untuk sumber daya manusia, terutama tenaga pengajar/dosen yang dimiliki Unidar sudah sesuai dan cu­kup berdasarkan dengan stan­dar minimal memiliki enam tenaga dosen dalam satu program studi.

Berapa jumlah mahasiswa Unidar saat ini?

Saat ini jumlah mahasiswa unidar mencapai 2000 maha­siswa, yang meliputi mahasis­wa Unidar Kampus Wara dan mahasiswa Kampus Masohi. Jumlah ini terus berubah dan mengalami peningkatan, ka­rena minat mahasiswa yang masuk perguruan tinggi ini terus meningkat.

Apakah Unidar sudah memiliki guru besar?

Saat ini guru besar belum ada. Tetapi sementara diupaya­kan dan diusulkan untuk tiga guru besar bagi Unidar. Ketiga guru besar yang sedang di­siapkan adalah dari Fakultas Ekonomi, Fakultas Pertanian dan ini secepatnya diproses un­tuk diajukan agar Unidar bisa memiliki guru besar. Yang terpenting adalah tidak kalah penting dilakukan  pengemba­ngan satu universitas dikem­bangkan karakter mahasiswa calon pemimpin masa depan. Kita menyiapkan orang cerdas. Memiliki nilai karakteristik kerja sama gotong royong, etos kerja disiplin, memiliki nilai kebersa­maan. Apalagi kita Maluku.

Bagaimana sarana pra­sarana di Unidar, apa sudah memadai ?

Sarana prasana yang dimi­liki masih kurang.

Kita punya ada tiga kampus, kampus induk Tulehu, Wara dan Masohi.

Memang yang aktifitas dua kampus sudah tentu Masohi dan Wara sementara dibenahi dan dilengkapi infrastruktur, disamping itu juga ada hal-hal yang kurang, itu yang se­men­tara kita bangun MoU de­ngan lembaga terkait de­ngan pemerintah atau swasta, ka­rena ini akan tuntutan akre­ditasi, baik itu akreditasi prodi maupun institusi.

Soal akreditasi bagai­mana?

Saat ini akreditasi institusi kita sementara siapkan. Na­mun untuk akreditasi prodi seluruh­nya sudah, hanya saja ada be­berapa yang masih terakreditasi C dan kita upayakan ke B. Sementara ini kita persiapan untuk 14 prodi S1 dan satu prodi D3 sudah berjalan de­ngan baik hanya peningkatkan ke tingkat atas. Yang sudah terakreditasi C naik ke B dan yang B kita dorong naik ke A sehingga dipersipakan pula untuk akreditasi institusi.

Bagaimana kerjasama Unidar dengan universitas lain?

Kerjasama ini terus dila­kukan bukan hanya dengan lokal, nasional maupun inter­nasional. Seperti halnya de­ngan Unpatti yang sudah berjalan dan akan terus di­tingkatkan. Selain itu universitas Southern Cross Univer­sity Lismore Australia. Mela­lui kerjasama ini adanya per­tukaran dosen Unidar mau­pun kedepan diharapkan pula adanya implementasi terobo­san pertukaran mahasiswa lagi. disana tidak hanya bela­jar akademik tetapi kultur juga.

Lalu bagaimana dengan mahasiwa dan dosen di  Kampus Tulehu?

Dengan dikeluarkan surat 491 oleh Kemendikti meng­akui Kampus Wara. Upaya merangkul mahasiswa dan dosen di sana, kita tentunya sifatnya terbuka yang mau datang silakan. Tetapi yang pasti Kopertis sudah hinbau mereka di sana datang ke sini baik dosen dan mahasiswa.

Ada yang perlu ditambah­kan?

Mari kita bersatu bersama membantu. Kita berharap ada kebersamaan. Ini suatu penguatan luar biasa dan kita bisa maju mengembalikan kejayaan Unidar kembali. (*)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon