Budaya ›› Mendikbud Buka Kongres Kebudayaan Maluku

Mendikbud Buka Kongres Kebudayaan Maluku


NAMLEA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy membuka Kongres Kebudayaan Maluku II  yang berlangsung di Namlea, Kabupaten Buru, Minggu (6/11).

Mendikbud dalam arahannya mengatakan, budaya merupakan  rangkaian dari nilai, norma atau ukuran-ukuran yang menentukan orang untuk melakukan sesuatu.

“Kebiasaan-kebiasaan inilah yang mencul sebagai perilaku-perilaku keseharian kita yang kemudian muncul sebagai kita anggap sebagai sesuatu yang bernilai dalam bentuk kekayaan-kekayaan bendawi, maupun yang bukan bendawi,” katanya.

Dikatakan, nilai-nilai kebudayaan yang terkandung di Indonesia dan Maluku secara khususnya sangatlah kaya dan tidak mempunyai nilai untuk di perjual belikan.

“Kebudayaan kita tidak boleh dicuri, tidak boleh di klaim dari masyarakat yang lain, apalagi sampai di klaim oleh bangsa lain,” kata Mendikbud.

Sementara itu Gubernur Said Assagaffdalam sambutannya mengatakanKebudayaan Maluku sebagai identitas ke-Maluku-an lahir dari konteks masyarakat yang sangat multikultural karena kebudayaan Maluku lahir dari kurang lebih 100 suku bangsa yang tersebar di 1342 pulau merupakan suatu kenyataan objektif yang menegakan diri masyarakat pulau yang berkarakter multikultur dan polietnis.

Dikatakan, Maluku merupakan salah satu dari 19 wilayah kebudayaan Indonesia yang dikontruksikan oleh Cornelis Van Houten seorang antropolog yang berasal dari Negara Belanda yang telah meneliti mulai dari Aceh sampai ke Papua.

“Dari 19 kategori tersebut secara positif wilayah maluku juga termasuk dalam wilayah kekuasaan politik yaitu, kebudayaan yang ada di Maluku Tengah yang di sebut sebagai wilayah republik negeri-negeri, kebudayaan yang ada di Maluku Tenggara sebagai wilayah-wilayah kebangsaan, kebudayaan yang ada di maluku utara sebagai wilayah-wilayah kesultanan,” katanya.

Bersamaan dengan pembukaan kongres tresebut, Mendikbud didampingi Gubernur Said Assagaff, Plt Bupati Buru Juhana Soedradjat menandatangani prasasti peresmian Monumen Perjuangan Bung Karno (Gedung Perjuangan) dan melihat bendera merah putih yang pertama kali di kibarkan di Pulau Buru.

Pembukaan Kongres Kebudayaan Maluku II juga dihadiri Dirjen Pembangunan Kawasan Pedesaan Kemendes, PDT dan Transmigrasi Johozua M Yoltuwu, Wagub Zeth Sahuburua, Plt Bupati Buru Juhana Soedradjat, Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku Mudzakir Assagaff, Ketua DPRD Kabupaten Buru Iksan Tinggapy, Sekda Buru Ahmad Assagaff, Ketua LKD Maluku Tony Pariela, serta sejumlah Latupati  dan tokoh adatse-Maluku. (Mg-1/S-12)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon