Visi ›› Memegang Komitmen Wakil Rakyat

Memegang Komitmen Wakil Rakyat


DPRD Kota Ambonresmi memiliki pimpinan definitif setelah pengambilan sumpah/janji oleh Ketua Pengadilan Negeri (PN) Ambon, Kusnawi Muchlis dalam rapat paripurna istimewa, Jumat (10/10). Pimpinan DPRD Kota Ambon yang berjumlah tigaorang tersebut yaitu Ketua James Maatita dari PDIP, Wakil Ketua Husein Toisuta dari Partai Golkar dan Rustam Latupono dari Partai Gerindra.

Pengambilan sumpah/janjiyang dilakukan sesuai Keputusan Gubernur Maluku Nomor 244 tertanggal 9 Oktober 2014 tentang Peresmian Penetapan Pimpinan DPRD Kota Amon periode  2014-2019.

Keputusan itu dikeluarkan setelah gubernur memperhatikan surat  Walikota Nomor 140/4539/Sekkot tanggal 2 Oktober 2014 perihal penyampaian penetapan Ketua Definitif DPRD Kota Ambon tahun 2014  dan surat Ketua Sementara DPRD Kota Ambon Nomor 172.5/230/DPRD tanggal 1 oktober 2014 tentang penyampaian calon pimpinan ketua dan wakil ketua definitif Kota Ambon masa bakti 2014-2019.

Ada sejumlah agenda telah menanti pimpinan DPRD Kota Ambon dan 32 wakil rakyat lainnya diantaranya pembahasan dan penetapan KUA PPAS Perubahan Tahun Anggaran 2014 dan penyampaian pembahasan dan penetapan APBD Tahun Anggaran 2014.

Agenda ini merupakan agenda penting dan strategis karena menyangkut proses pemerintahan,  pembangunan, dan pelayanan publik. Sehingga menjadi prioritas untuk dituntaskan bersama Pemerintah Kota Ambon.

35 wakil rakyat yang ada di DPRD Kota Ambon sudah memegang amanat rakyat. Tentu banyak janji dan program yang telah disampaikan kepada rakyat saat sosialisasi ataupun kampanye Pemilu Legislatif. Intinya,peningkatan kesejahteraan rakyat menjadi isu utama. Yang pasti, rakyat mencatat dan mengingat janji yang keluar dari mulut setiap anggota DPRD Kota Ambon. Persoalannya apakah janji itu bisa diwujudkan ataukah tidak selama lima tahun memegang amanat rakyat?.

Fakta membuktikan dalam pesta demokrasi, sering rakyat hanya dijadikan objekuntukmendulang suara. Setelah target dan ambisi politik diraih, rakyat dilupakan. Segudang janji yang pernah dilontarkan, nyaris tak satupun diwujudkan.

Kita berharap  wakil rakyat di DPRD Kota Ambon benar-benar memegang komitmennya untuk bekerja dan berjuang untuk kepentingan rakyat, bukan mewujudkan hasrat pribadi, kelompok dan kepentingan partai semata.  

Ada banyak persoalan di Kota Ambon yang harus diselesaikan, diantaranyamasalah kemiskinan, pedagang kaki lima (PKL), penataanjalur angkot dan lainnya. Tentu berbagai persoalan ini muncul tak terlepas dari Kota Ambon sebagai ibukota Provinsi Maluku.Sebagai ibukota provinsi yang dianggap menjanjikan segalanya, membuat Kota Ambon menjadi fokus atau kota tujuan bagi masyarakat daerah kabupaten/kota lainnya untuk datang dan menetap.

Para wakil rakyat dan Pemerintah Kota Ambon harus tetap bahu-membahu, membangun kekompakan, solidaritas kebersamaan dalam mengatasi berbagai masalah yang ada di kota ini.

Sebagai wakil rakyat, egoisme kepentingan pribadi dan kelompok harus ditanggalkan. Kepentingan rakyat dan Kota Ambon harus dikedepankan. Tak boleh ada skenario untuk jegal-menjegal karena kepentingan partai dan kelompok,lalu kepentingan rakyat dikorbankan.

Sebagai pemegang mandat rakyat,DPRD Kota Ambon harus tampil kritis ketika ada kebijakan pemerintah yang mengganggu atau tak menyentuh kepentingan rakyat. (*)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon