Visi ›› Membersihkan Negeri

Membersihkan Negeri


SALAH satu hakikat dari Nyepi adalah membersihkan diri. Melalui perenungan dalam sepi, umat Hindu diajarkan untuk membuang segala benih-benih kejahatan, ketamakan, kerakusan yang menutup, bahkan merusak akal sehat.

Dalam konteks kekinian, spirit Nyepi amat relevan membimbing negeri ini untuk membersihkan diri. Sebab, kian hari perjalanan bangsa ini bukannya makin menuju keadilan dan kesejahteraan yang dicita-citakan para pendiri bangsa, tapi justru sebaliknya.

Sifat tamak, rakus, dan tidak menoleransi orang atau pihak lain yang berbeda seolah sudah menjadi pemandangan lazim dan dilegalkan.

Di kalangan penyelenggara negara, sifat buruk itu berwujud tabiat korup dan menghalalkan segala cara. Di tingkat masyarakat, muncul perilaku barbar mau benar dan menang sendiri dengan menghancurkan orang, kelompok atau keyakinan lain.

Karena itu, ketika muncul replika Gayus Tambunan yang dibakar pada pawai Ogoh-Ogoh menjelang Nyepi, pekan lalu, kita tengah diingatkan untuk segera menanggalkan ketamakan dan kepura-puraan, bahkan kebohongan. Kita diajak untuk menggantinya dengan kejujuran, solidaritas, dan toleransi.

Salah satu jalan yang harus ditempuh ialah mengerahkan segala daya dan upaya, termasuk membuat terobosan, untuk mengembalikan kapal besar Republik ini pada arah yang dicita-citakan. Bukan sebaliknya, menggantung perkara demi perkara dari waktu ke waktu, sehingga bukannya jalan keluar yang kita dapat, tapi malah jalan buntu.

Tumpukan perkara harus diselesaikan, terutama perkara kakap yang kian ke mari kian tidak terdengar gaungnya. Perkara kakap itu ialah kasus mafia pajak yang melibatkan Gayus Tambunan dan diduga melibatkan perusahaan-perusahaan wajib pajak.

Juga penyelesaian skandal bailout Bank Century, yang diduga merugikan negara triliunan rupiah. Dua perkara itu setidaknya menjadi pertaruhan apakah bangsa ini masih menaruh suara nurani dalam posisi terhormat, atau sebaliknya justru menyembunyikan kebusukan rapat-rapat.

Adalah fakta nyata bahwa ketamakan dalam bentuk korupsi telah merusak bangsa ini, bahkan barangkali menjadi salah satu mesin pelanggengan kemiskinan.

Ajaran Nyepi mengajak anak bangsa ini, terlebih pemimpin bangsa, untuk melihat ke dalam, menata mata batin, memperluas dan memperkuat inner space, sehingga mampu menyelesaikan persoalan bangsa yang menumpuk dengan keberanian dan kejujuran. (*)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon