Politik ›› KPU Maluku: Media Berperan Bantu Penyelenggara Pemilu

KPU Maluku: Media Berperan Bantu Penyelenggara Pemilu


Ambon - Media sebagai pilar demokrasi memiliki peranan penting dalam rangka membantu tugas-tugas aparat penyelenggara pemilu untuk ikut mensosialisasi pelaksanaan pesta demokrasi bangsa baik itu pemilu legislatif 9 April maupun  pemilu Presiden bulan Juli mendatang.

“Tujuan kita ke Siwalima roadshow untuk sinkronisasi komunikasi yang perlu dibangun secara bersama dengan stakeholder terutama media sebagai pilar demokrasi. Dimana publikasi itu sangat penting sehingga kita juga membutuhkan peran media untuk ikut membantu didalamnya,” kata Ketua KPU Maluku, Musa Toekan saat bersilaturahmi ke redaksi Siwalima, Jumat (4/4). Toekan didampingi Ketua Divisi Teknis La Alwi, Ketua Divisi Logistik, Eiriana  Pontoh, Ketua Divisi Data dan Humas Hanafi Renwarin dan Ketua Divisi Hukum, Samsul Kubangun.

Lima komisioner KPU ini diterima oleh Pemimpin Umum Harian Pagi Siwalima, Ongky Louhenapessy didampingi Redaktur Pelaksana, Izaac Tulalessy dan Koordinator Liputan, Lootje Pattipawae.

Toekan dalam kesempatan tersebut mengungkapkan, seluruh proses tahapan penyelenggaraan pemilu telah disiapkan secara baik oleh KPU Maluku setelah dilantik pada 11 Maret lalu, dengan mempersiapkan aparat penyelenggara ditingkat KPU kabupaten/kota.

Untuk pendistribusian logistik pada 11 kabupaten/kota di Maluku, lanjut La Alwi, sudah dipersiapkan secara baik, dimana masing-masing laporan kekurangan logistik terutama surat suara sudah dipenuhi.

“Kalau surat suara seperti di SBB yang tertukar dengan Jawa Tengah itu sudah diganti,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, ada enam kabupaten/kota yang mengalami kekurangan surat suara dan semuanya sudah dipenuhi secara baik.

Toekan mengakui, kurang melakukan sosialisasi karena terbatasnya anggaran namun hal itu sudah dapat disiasati dengan baik, dengan melakukan pembentukan media center, maupun kegiatan Forum Dialog Discussion (FDG) yang akan digelar dalam waktu dekat ini dengan melibatkan seluruh stakeholder termasuk media.

Selain itu lanjutnya, perana partai politik dan calon-calon legislatif juga penting dalam rangka mensosialisasi, karena mereka memiliki konstituen dan basis massa, sehingga diharapkan turut membantu sosialisasi.

Dengan sosialisasi partai politik, caleg dan media maka tentu saja dapat meminimalisir angka golput serta turut mendorong tingkat partisipasi masyarakat dalam pesta demokrasi tersebut semakin baik.

Menurut Toekan, pihaknya menargetkan tingkat partisipasi pemilih dalam pemilu 2014 75 persen, “Kalau 2009 lalu partisipasi pemilih 71 persen. Kita target 75 persen,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Devisi Logistik, Eirene Pontoh menjelaskan, untuk kekurangan surat suara dari Kabupaten Kepulauan Aru sudah teratasi dengan baik, karena sistim informasi losgitik yang langsung di tingkat KPU pusat, karena logistik ditangani di tingkat KPU pusat melalui rekanan yang langsung ditujukan kepada kabupaten/kota.

“Sedangkan hanya untuk formulir tingkat provinsi dan kabupaten saja yang ditangani ditingkat KPU provinsi,” ujarnya.

Sedangkan Pemimpin Umum Harian Pagi Siwalima, Ongky Louhenapessy mengungkapkan, media tetap mendukung tugas-tugas aparat penyelenggara, dan jika media kritik itu merupakan bagian dari tugas media sebagai social control.

Louhenapessy meminta, agar KPU sebagai aparat penyelenggara untuk terus meningkatkan sosialisasi untuk mendorong tingkat partisipasi masyarakat dalam pesta demokrasi tersebut. (S-19)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon